Bahaya Styrofoam, Ini Dia Dampaknya

Sumber: Madaninews.com

BeritaBorneo.idDi era serba instan dan simple ini, semua makanan dan minuman siap saji dan siap sedia menjadi salah satu solusi bagi kita yang malas masak.

Semakin kesini, semakin modern dan semakin serba praktis menjadi kenyamaan tersendiri bagi kita yang tidak perlu ribet untuk makan dan minum.

Kenapa? Karena semuanya sudah tersedia di warung makan maupun toko minuman terdekat (jangan lupa bawa uang, ya).

Apakah kalian pernah beli makanan maupun minuman yang menggunakan styrofoam. Tentu pasti pernah dong. Apalagi makanan siap saji, pasti sudah tentu menggunakan tempat yang murah meriah. Salah satunya yakni styrofoam.

Styrofoam itu apa sih?

Styrofoam merupakan merek dagang yang dimiliki The Dow Chemical Company yang digunakan untuk polistirena ekstrusi sel tertutup. Tujuannya untuk isolasi termal dan aplikasi kerjinan.

Polistirena sendiri adalah suatu plastik minyak bumi yang terbuat dari stirenan monomer. Secara Bahasa inggris, styrofoam disebut foam food container yang artinya kemasan makanan yang terbuat dari busa.

Sejarah Styrofoam dan Produksinya.

Styrofoam diproduksi dengan cara menyuntikkan expanded polystyrenen foam (EPS FOAM) atau bisa juga disebut polistiren. Selain itu, cara prduksinya yakni dicetak.

Penemunya yakni Ray Mclntire berasal dari The Dow Chemicals Company, pada tahun 1940-an. Dimana, Ray melakukan percobaan dengan meniupkan gas kedalam adonan panas polistiren (PS).

Setelah proses pencampuran tersebut, gelembung udara mengembang dan menjadi ringan seperti busa. Alhasil dari kejadiaan itu terciptalah EPS atau yang disebut dengan styarofoam, dan isinya 95% merupakan volume udara.

Jenis Kandungan Zat Dalam Styrofoam

Setiap sesuatu pasti memiliki kandungan, tak terkecuali styrofoam sendiri. Lantas apa saja sih kandungan yang berada di dalam styrofoam ini.

Beberapa sumber penelitian, salah satunya yakni penelitian dari Universitas Padjadaran pernah melakukan penelitian terkait bahaya kandungan zat kimia styrofoam.

Zat kimia yang dimiliki styrofoam yakni datang dari stirena. Seperti yang telah di ulas penulis di atas. Bahaya zat stirena ini merupakan komponen pertama dan utama penyusun styrofoam.

Zat stirena adalah zat yang menghasilkan pembentukan polistirena. Zat stirena jika masuka kedalam tubuh menjadi racun, dan bisa menyebabkan gangguan pada sistem endokrin dan sistem produksi.

Baca Juga:  Bahaya Ketergantungan  Media Sosial

Selain zat stirena, styrofoam juga mengandung zat Butil Hidroksi Toluena dan Klorofluorokarbon (CFC).

  • Zat Butil Hidroksi Toluena merupakan zat yang organik turunan dari fenol. Zat Butil Hidroksi Toluene seringkali digunakan untuk bahan aditiF pada makanan yang memiliki sifat sebagai antioksida. Selain itu, zat BHT sering digunkan untuk campuran bahan kosmetik,farmasi, karet, minyak trafo dan lain sebagainya. Zat BHT memiliki kemampuan untuk teradsorpsi pada permukaan logam, sehingga dapat membentuk lapisan monolayer antara biodiesel.
  • Klorofluorokarbon (CFC) merupakan suatu zat senyawa organik yang digunkan sebagai propelan dalam industry pesawat terbang, pendingin, dan pelarut. Zat ini mengandung atom karbon, fluor dan klorin.

Dampak Negatif Styrofoam

Sebenarnya, tidak ada orang yang menginginkan adanya penyakit didalam tubuh, apalagi sampai mengalami sakit yang parah. Pastinya, kita sebagai orang yang sadar, tentu harus menjaga kesehatan tubuh kita.

Lantas, apakah kita sudah menjaga kesehatan tubuh kita? Yang pastinya, jika mau menjaga kesehatan tubuh, kita harus peka terhadap apa saja yang kita makan, yang kita minum dan peralatan yang kita gunakan juga harus bersih.

Kadang, tidak jarang dari kita membeli sesuatu seperti makanan maupun minuman asal beli saja. Padahal, kita juga memperhatikan dimana dan peralatan apa saja yang digunakan oleh warung makan maupun minuman.

Bagi kalian yang sadar, pasti sudah pernah beli makanan maupun minuman yang tempatnya itu menggunakan styrofoam.

Kenapa demikian, styrofoam selain harganya murah meriah sangat simple dan praktis untuk digunakan pada makanan siap saji.

Jika kita telaah, padahal styrofoam merupakan tempat yang tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan kandungan yang berada pada stayrofoam memiliki dampak negatif atau buruk bagi kesehatan.

Dilansir dari hallodoc.com, dampak negatif dari penggunaan styrofoam berdasarkan tingkat keparahan yang nantinya akan berdampak pada tubuh kita dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni sebagai berikut:

  • Paparan sedang

Paparan sedang ini terjadi pada tubuh yang nantinya akan meracuni tubuh sedikit. Efek yang dtimbulkan yakni berupa gangguan pada sistem pernapasan, iritasi kulit dan iritasi mata.

  • Paparan Tinggi

Paparan tinggi merupakan paparan stirena dan kandungan zat berbahaya yang lain kepada tubuh dengan jumlah yang banyak pula. Stirena meracuni tubuh dengan pemakaian yang jangka panjang. Hal ini menyebabkan stirena bersifat genotoksik atau merusak DNA, dan karsiogenik yang mengakibatkan kanker dalam tubuh.

Baca Juga:  Forum Diksa Hadirkan Pemateri Calon Doktoral Muda Kalbar, Ini Kata Peserta

Bahaya Lingkungan

Lagi-lagi, sampai titik ini styrofoam memiliki banyak dampak negatif, selain pada tubuh manusia, stayrofoam juga tidak baik untuk lingkungan.

Pastinya, kita membutuhkan lingkungan yang bersih dan sehat. Selain sampah plastik, logam dan beberapa bahan kimia dan juga jenis sampah yang tidak bisa terurai yakni stayrofoam.

Jadi serba salah, dibakar akan membuat asapnya menyebabkan udara yang tidak baik untuk kesehatan, tidak dibakar akan merusak lingkungan karena tidak bisa terurai.

National Bureau Of Standards Center For Fire Research (NBOSCFFR) mencatat adanya 57 produk kimia sampingan yang dikeluarkan selama pembuatan polistirena.

Jenis bahan kimia ini tidak hanya mencemari udara, melainkan menghasilkan banyak limbah cair dan padat yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.

Dengan diproduksi menggunakan HFC memiliki dampak negatif pada lapisan ozon dan pemanasan global atau terjadinya global warming.

Cara Penggunaan Stayrofoam Yang Baik

Penulis memahami, bahwa rata-rata para pelaku usaha kecil siap saji akan menggunakan stayrofoam sebagai tempat untuk pembungkusnya. Maka bisa dimaklumi, jika Indonesia akan mengalami pemakaian stayrofoam besar-besaran.

Dikutip dari republika.co.id (17/10/21) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengemukakan di 18 kota utama di Indonesia menemukan 0,27 Juta Ton hingga 0.59 Juta Ton sampah masuk ke laut Indonesia selama kurun waktu 2018. Sampah paling banyak yakni Stayrofoam.

Maka dari hal itu, untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan styrofoam, yakni sebagai berikut:

  • Gunakan stayrofoam satu kali pakai. Setelah dipakai, langsung dihancurkan.
  • Makanan jangan langsung bersentuhan dengan stayrofoam. Bisa gunakan daun pisang sebagai alas.
  • Jika makanan atau minuman lagi panas, jangan langsung dimasukkan ke stayrofoam.
  • Makanan yang berminyak, beralkohol, dan berlemak usahakan jangan gunakan stayrofoam sebagai tempat atau wadah.