Wakil Ketua Komis V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie: Kaum Millenial Melek Politik, Jangan Apatis

Sambutan Direktur Tugu Kalbar bersama Syarief Abdullah Alkadrie, Ketua IPNU Kalbar dan Ketua Panitia

Pontianak, Beritaborneo.id – Kecanggihan tekhnologi  semakin berkembang dan maju dengan sangat pesat. Apapun aktifitas yang kita lakukan saat ini tidak terlepas dari tekhnologi, terutama sosial media.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie saat menjadi narasumber di acara Millenial Discussion bertajuk “Millenial dan Sosial Media dalam Peta Politik 2024” yang diselenggarakan Tugu Kalbar, LMN Kalbar dan Relawan Bang Doel. (31/10)

Dalam kesempatannya, Syarief Abdullah Alkadrie menjelaskan bahwa partisipasi pemuda yang sangat tinggi terhadap pemilu dan pilkada, menjadikan pemuda sebagai organ vital  dalam suksesi pemilu atau Pilkada 2024.

“Pemuda adalah organ vital untuk mensukseskan pemilu dan pilkada 2024, nantinya, untuk itu mulailah mengambil sikap politiknya saat ini, jangan apatis,” jelas syarif Abdullah saat menyampaikan materi.

Berkenaan dengan sosial media, lanjut Syarief, pengguna terbesar yakni pemuda. Itu artinya pemuda mulai peka terhadap kemajuan tekhnologi, hanya saja bagaimana pemuda menggunakannya.

“Jika sosial media hanya digunakan sebagai hiburan, otomatis kedepannya pemuda hanya menjadi bagiannya saja tapi tidak untuk kemajuan daerahnya, sehingga mulailah untuk hidup dengan produktif,” kata Syarif Abdullah.

Demikian, menurut Syarif Abdullah, sosial media sebagai alat harus benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk edukasi politik kepada masyarakat umum.

“banyak masyarakat yang masih seringkali terprovokasi oleh informasi-informasi yang tidak benar, hoax, dan juga berbau kebencian, maka dari itu, salah satu peran pemuda yang memiliki pengetahuan dan berpendidikan harus bisa memberikan pencerahan atau menjelaskannya,” imbunya.

Syarief Abdullah Alkadrie menambahkan, Sering kali kita  melihat millenial di sosial media menyebarkan berita hoax dan juga menggunakan sosial media sebagai alat provokasi. Padahal sosial media hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan daerahnya, berkarir, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Patroli Terpadu, Cara Babinsa Rasau Jaya Umum Mencegah Karhutla

Demi kemajuan dan juga perkembangan daerah kalbar khusunya, Indonesia umumnya  Wakil Ketua Komisi V DPR RI atau Ami Dullah, mengajak kaum millennial untuk melek politik dengan tujuan membangun daerahnya masing-masing.

“Kaum millennial jangan apatis terhadap politik dan juga jangan pesimis, jika tidak, akan menjadi pemuda yang tidak bisa ngapa-ngapain kedepannya, karena inti politik adalah kepentingan, jika kepentingannya untuk masyarakat umum harus diperjuangkan,” terangnya.

“salah satu caranya yakni mempromosikan sumber daya alam yang ada lewat sosial media, seperti hasil pertanian, wiasata, dan lain sebagainya,” Tutupnya.