Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Ketapang Sampaikan 10 Tuntutan

Masa Aksi Menyampaikan Orasi/Ist

KETAPANG, BERITABORNEO.ID – Beberapa organisasi mahasiswa yg tergabung dalam beberapa OKP yaitu PMII, GMNI, HMI, KAMMI, MDC, HMDK, dan juga BEM STAI Al-Haudl Ketapang menyampaikan aspirasinya terkait kenaikan harga BBM langsung didepan Gedung DPRD Ketapang, Selasa (6/9/2022).

Dalam unjuk rasa ini para mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan, yaitu :

1. Menolak kenaikan harga BBM Bersubsidi dan mendesak Pemerintah RI agar menurunkannya.

2. Mendesak Presiden RI untuk memberantas rente BBM bersubsidi.

3. Mendesak Presiden RI untuk mengembangkan Badan Pengatur Hiir Minyak dan Gas Bumi ( BPH MIGAS ) karena tidak mampu menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM.

4. Mendesak KPK untuk memeriksa BPH Migas terkait dengan penyelewengan distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

5. Mengusulkan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang menambah SPBU disetiap Kecamatan .

6. Meminta Pemerintah Kabupaten Ketapang mengawasi setiap penjualan LPG yang beredar di luar pangkalan bisa menertibkan harga jual yang kami nilai sangat jauh berbeda dengan harga pangkalan.

7. Menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang untuk tanggap berupa dan memberikan bantuan terhadap korban bencana alam banjir yang ada di beberapa daerah Kabupaten Ketapang.

8. Menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang untuk menyetarakan harga TBS Kelapa Sawit sesuai peraturan dinas perkebunan dan kaibar

9. Meminta Pemerintah Daerah untuk mengkontrol terjadinya kelangkaan BBM di beberapa wilayah pesisir maupun perhuluan yang memicu kenaikan harga BBM.

10. Meminta agar Pemerintah Kabupaten Ketapang mengkaji Food Estate yang ada dalam 10 Strategi Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Tak hanya mahasiswa, publik secara umum juga menolak terhadap kebijakan kenaikan harga BBM. Dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang digelar pada 13-25 Agustus 2022 lalu terungkap bahwa mayoritas publik menginginkan pemerintah untuk mempertahankan harga BBM.

Baca Juga:  FASYA Berbagi Sedekah Kepada Orang yang membutuhkan

Dikatakan Yoga Syaputra, Ketua PC PMII Ketapang dalam orasinya bahwa pemerintah negara republik Indonesia hari ini melalui pernyataan bapak presiden kita, bapak Ir Joko Widodo di pekan yang lalu, menyatakan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, ekonomi Indonesia sudah menurun ketika covid 19 melanda.

Masa Aksi Mahasiswa Ketapang/Riska

“Dimasa pasca pandemi ini pemerintah justru memberi sebuah kebijakan yang merugikan rakyat indonesia,rakyat menengah kebawah, mahasiswa seperti kita hidup dirantauan, jauh dari kampung halaman merasakan betapa berpengaruh nya kebijakan ini, bagaiman rakyat di daerah pedalaman sana,” ujar Yoga.

Yoga berharap dalam aksi bersama pantang pulang sebelum menang , tolak kenaikan harga BBM , dan meminta kepada bapak DPRD Ketapang untuk menyampaikan penolakan ini terhadap kenaikan BBM kepada pemerintah , dan menurunkan harga BBM.

Sementara itu , Ketua Komisi IV DPRD Ketapang , Achmad Sholeh , S.T. , mengatakan akan menjawab terkait dengan tuntutan yang menjadi kewenangan DPRD Kabupaten yang akan di jadwalkan pansus dan selanjutnya akan kita bahas terkait permasalahan yang harapannya permasalahan ini dapat diatasi .

 

(Riska)