Berita  

Badko HMI Kalbar, Darsono: Banjir Surut, Percuma Presiden Datang Jika Tidak Bawa Solusi

Darsono Ketua Bidang PTKP BADKO HMI Kalbar. (Dok.Istimewa).

Pontianak, Beritaborneo.id Menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dengan beberapa agenda kunjungan di Provinsi Kalimantan Barat, menuai respon dari beberapa kalangan aktifis mahasiswa di antaranya Badan Koordinasi  Himpunan Mahasiswa Islam Provinsi Kalimantan Barat (Badko HMI Kalbar) pada Selasa (07/12/2021).

Kehadiran orang nomor 1 di Republik Indonesia ini sepatutnya direspon oleh seluruh masyarakat dikarenakan Kalimantan Barat baru beberapa waktu yang lalu dilanda bencana banjir terparah dalam sejarahnya.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (Kabid PTKP) HMI Kalbar Darsono mengatakan bahwa masyarakat harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan penderitaan dan tuntutan pasca bencana banjir. Karena, kedatangan Presiden menjadi percuma jika tidak membawa solusi penanganan banjir di Kalimantan Barat.

“Sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat Kalimantan Barat merespon kedatangan Presiden Jokowi, karena baru-baru ini Kalimantan Barat dilanda oleh bencana banjir dan faktanya bencana ini menjadi yang terparah dalam sejarah Kalimantan Barat, dan kesempatan ini harus kita maksimalkan untuk menyampaikan keluhan penderitaan dan tuntutan. HMI Juga akan menyampaikan beberapa tuntutan yang merupakan solusi jangka panjang banjir Kalbar yang harus direalisasikan oleh Presiden. Karna menurut kami banjir sudah surut, percuma Presiden ke sini kalau tidak membawa solusi kongkrit,” Tegasnya.

Lebih lanjut, Darsono mengatakan Pemerintah Pusat tidak serius untuk menanggulangi persoalan banjir di Kalbar. Saat ini belum ada langkah kongkrit untuk mengatasi dan menanggulangi persoalan banjir di Kalbar. Akibatnya, persoalan banjir masih menjadi momok untuk masyarakat terkhusus di daerah-daerah yang rawan terjadi banjir.

“Kami menilai Pemerintah Pusat hari ini tidak serius untuk mengatasi persoalan banjir di Kalimantan Barat dan juga belum ada langkah kongrit  dalam menanggulangi persoalan banjir ini, dan kalau tidak ada penyelesaiannya persoalan ini akan menjadi momok untuk masyarakat. Dalam kesempatan ini Kami Badko HMI Kalimantan Barat akan menyampaikan beberapa tuntutan agar direalisasikan oleh Presiden Republik Indonesia, sehingga kunjungan Presiden RI kali ini tidak percuma” ungkapnya.

Baca Juga:  BEM Hukum Untan kirim Surat Terbuka dan Datangi Rektor Universitas Kapuas Terkait Tournamen Futsal

Adapun tuntutan yang akan disampaikan oleh BADKO HMI Kalimantan Barat antara lain :

1. Pengerukan Sungai Kapuas (terutama di bagian muara sungai)
2. Pelarangan izin baru kebun sawit
3. Penanaman jutaan pohon di sepanjang DAS Kapuas dan rehabilitasi hutan
4. Membangun jutaan sumur resapan di Kabupaten/Kota yang dilalui sungai kapuas
5. Tindak tegas penambang emas ilegal di sepanjang sungai Kapuas
6. Bantuan pembangunan rumah panggung bagi masyarakat yang terdampak banjir tahunan.
7. Bangun bendungan raksasa untuk pengendalian banjir sungai Kapuas dan sebagai sumber energi listrik.
8. Membuat Pusat Pengaduan Banjir Sungai Kapuas.

“Kumpulan tuntutan ini merupakan hasil pengamatan kami di lapangan dan tuntutan ini hanya bisa diselesaikan oleh Presiden, ” Kata Darsono yang juga merupakan Ketua IKAMI Sulsel Korwil  Kalbarteng.