Dipandang memiliki potensi lebih,  SNNU Ketapang menyayangkan adanya rencana impor garam

Ketua Serikat Nelayan Nahdatul Ulama (SNNU) Kabupaten Ketapang (Dok. Istimewa).

Ketapang, Beritaborneo.id- Ketua Serikat Nelayan Nahdatul Ulama (SNNU) Kabupaten Ketapang menolak wacana impor garam 3 juta ton yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Untuk memenuhi kebutuhan garam bisa dilakukan dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki ungkapnya.

Ketua SNNU Ketapang, Fathul Bari mengatakan, potensi pengembangan garam di Indonesia sangat luas karena garis pantai yang dimiliki sangat panjang. Oleh karenanya, ia menyayangkan adanya rencana impor garam oleh Pemerintah Pusat.

“Saya menyayangkan dengan potensi yang dimiliki garam harus impor. Harusnya, dengan potensi laut yang dimiliki bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri,” ungkapnya.

Fathul Bari yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Katapang ini menuturkan, optimalisasi dalam produksi bisa dilakukan dengan memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Fathul Bari mengakui, pendampingan dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya dalam pengelolaan. “Harapannya juga didukung peralatan sehingga hasilnya dapat dimaksimalkan,” katanya.

SNNU Ketapang akan berusaha menjadi solusi bagi permasalahan ini, maka dari itu perlu adanya kerja sama antara SNNU dan pemerintah. SNNU Ketapang siap melakukan pembinaan bagi kelompok-kelompok petani garam yang ada di kabupaten Ketapang.

Ketua Serikat Nelayan NU Kalbar, Hasbullah menegaskan “Kehadiran SNNU di Kalbar cukup aktif, progresif, kreatif dan mampu berinovasi, seperti masalah potensi garam ini, maka dari itu dengan Bismillah, jika dibutuhkan SNNU Kalbar siap menjadi mitra pemerintah dan masyarakat untuk menangani pengelolaan garam dan memberdayakan para petani garam di Kalbar.”

Dilansir dari Pontianak Post, Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Pusat, Witjaksono menyampaikan bahwa kunci swasembada garam itu ada pada para petani.

Ia pun meminta agar pemerintah serius memperhatikan para petani garam. Sebab petani yang bergerak pada sektor rill ini menjadi penopang utama dalam situasi krisis, ketika ekonomi mulai tumbuh.

Baca Juga:  Presiden Indonesia Klaim Perdana Menteri Sebuah Negara Minta Kirimkan Minyak Goreng, Ini Alasannya

“Saya sangat berharap pemerintah dapat turun langsung ke lapangan, mari bersama kita lihat kondisi petani garam, kami yakin sepenuhnya bahwa potensi garam petani di tanah air itu cukup berlimpah.”tutupnya.

 

***