Dirasa Ketidakadilan Terhadap Tim Indonesia : BWF harus tegas dengan peringkat All England

Olahraga, Beritaborneo.id– Tim Merah Putih ditarik dari turnamen bergengsi tersebut setelah mereka diberitahu oleh otoritas kesehatan Inggris untuk diisolasi selama 10 hari karena seorang penumpang dalam   mereka dari Istambul Turki ke Inggris dinyatakan positif COVID-19, Federasi Badminton Dunia mengatakan pada hari Rabu.

Kualifikasi Olimpiade Tokyo, yang berlangsung dari 23 Juli – 8 Agustus, akan didasarkan pada daftar peringkat BWF pada 15 Juni.

“Menjelang Olimpiade, ketika poin sangat penting … dengan absennya Indonesia di All England, kami berharap BWF tidak menghitung poin untuk para pemenang di lima sektor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran,” kata Ricky Soebagja, manajer tim dan mantan juara Olimpiade, mengatakan dalam konferensi video virtual pada hari Jumat dari Birmingham, di mana dia diisolasi.

Reuters telah menghubungi BWF untuk memberikan komentar terkait hal ini, namun belum ada penyataan lebih lanjut.

Indonesia, di mana bulu tangkis adalah olahraga paling populer, mempertanyakan keadilan keputusan BWF untuk mengeluarkan tim dari turnamen dan meminta badan pengatur nasional untuk mengambil tindakan tegas atas ketidakadilan yang dilakukan oleh panitia All England.

Desra Percaya, Duta Besar Indonesia untuk Inggris, mengatakan dalam konferensi video yang sama bahwa negara tersebut dapat memboikot All England Open di masa depan jika Badan Dunia tidak berjanji untuk meningkatkan protokol kesehatannya dan memperkenalkan langkah-langkah untuk menghindari terulangnya apa yang terjadi.

Lebih lanjut Desra juga menuntut poin peringkat dari turnamen tersebut dikecualikan atau ditiadakan dalam perhitungan peringkat.

***

Baca Juga:  Final AFF 2020 Egy Maulana Vikri : Kami Akan bekerja Keras Untuk Membawa Kemenangan