Fkob Pelajar Dan Mahasiswa Dan Semmi Angkat Bicara Soal Kebhinekaan

Sumber: Tim Liputan beritaborneo.id

Kubu Raya, Beritaborneo.idForum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) Pelajar dan Mahasiswa DPD Kubu Raya dan Serikat Mahasiswa Islam Indonesia (SEMMI) DPW KAL-BAR berkolaborasi dalam melaksanakan kegiatan “Dialog Kebhinekaan” dengan tema “Pluralisme masyarakat Kalimantan Barat dalam merajut Kebhinekaan.” Kegiatan Dialog Kebhinekaan ini dilaksanakan di Warunk New Normal Jl. Reformasi, Pontianak. (11/9).

Kegiatan dialog Kebhinekaan ini di hadiri langsung oleh Ardiansyah Selaku ketua umum DPP FKOB, Bebby Nailufa selaku anggota DPRD Kota Pontianak, Erry Iriansyah anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan juga ikut dihadiri oleh beberapa ketua organisasi setingkat pelajar dan mahasiswa lainnya.

Kegiatan “Dialog Kebhinekaan” dengan tema Pluralisme masyarakat KalBar dalam merajut Kebhinekaan ini bertujuan untuk Memperkuat Ukhwuah Wathoniyah, Memperkuat nilai-nilai toleransi, dan Menyesuaikan diri dalam perbedaan yang ada di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Barat khususnya.

Jamalludin, Ketua FKOB Pelajar dan Mahasiwa DPD Kubu Raya dalam kesempatannya menyampaikan sangat penting kita memahami plurlisme demi mewujudkan kebhinekaan.

Menurutnya, Kalimantan Barat adalah wilayah yang didalam nya sangat memiliki keberagaman. Baik itu suku, budaya, ras, maupun agama. Maka dari itu nilai-nilai pluralisme menjadi sangat vital perannya disini.

“Nilai pluralisme pada wilayah yang memiliki banyak sekali perbedaan dalam segala hal, karena pengertian pluralisme itu sendiri pada dasarnya merupakan sebuah kerangka dimana ada intraksi beberapa kelompok-kelompok yang menjung tinggi rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain. Mereka hidup bersama koeksistensi serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi, Tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Abur Rahman Sekretaris Umum SEMMI KalBar dalam sambutannya menyampaikan bahwa sangat penting memhami pluralisme.

“Agenda ini adalah langkah awal untuk memberikan pemahaman yang lebih luas akan pentingnya pluralisme dalam bermasyarakat dan bernegara, kegiatan kolaborasi seperti ini tidak hanya cukup disini, akan ada kolaborasi-kolaborasi lanjutan yang berbentuk aksi sosial, keagamaan, dan hal-hal lainnya yang bersentuhan dengan masyarakat” pungkasnya.

Baca Juga:  Pokja Rumah Demokrasi Gelar FGD dan Deklarasi Bersama Sukseskan Pemilu 2024

Selanjutnya, Ardiansyah selaku ketua umum DPP FKOB dalam kesempatannya menyampaikan pentingnya saling menghargai dan menghormati keberagaman yang ada dimasyarakat seperti agama, budaya, adat istiadat dan sebagainya.

Selain itu, agama yang beragam bangsa Indonesia juga mempunyai berbagai macam budaya. Setiap budaya mempunya keunikan tersendiri. Sehingga, penting nya untuk menjunjung tinggi toleransi dalam hal budaya tanpa menganggap suatu budaya lebih unggul atau lebih rendah daripada yang lain.

“Sikap toleransi mempunya arti yang penting bagi bangsa Indonesia dan menjauhka perpecahan. Oleh karena itu, toleransi adalah salah satu sikap yang harus ditanamkan terus menerus pada setiap individu dari generasi ke generasi” Tegasnya.

Erry Iriansyah, selaku anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat juga sekaligus ketua DPD KNPI KalBar, menerangkan, bahwa pluralisme dapat diartikan sebagai kesediaan untuk menerima keberagaman, artinya untuk hidup secara toleran pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, agama, golongan, agama hingga pandangan hidup.

“cara pandang terhadap pluralisme merupakan suatu yang hal yang berperan sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tak jarang cara pandang pluralisme menjadi sorotan yang utama dan menimbulkan sikap-sikap tertentu misalnya keterbukaan, ketertutupan, kebencian dan lain-lain. Oleh karena itu pemahaman dan pandangan yang benar terhadap pluralisme dalam kemajemukan sangat diperlukan sehingga masyarakat KalBar akan bersikap baik dan berpikir positif dengan kenyataan keragaman yang ada” Tegasnya.

Bebby Nailufa menambahkan, karena banyaknya perbedaan dan keberagaman atau pluralitas di Indonesia maka ada semboyan Bhineka Tunggal Ika. Semboyan ini menggambarkan adanya keberagaman dan perbedaan di Indonesia tetapi masyarakat nya tetap menjadi satu.

Dalam hal ini masyarakat sangat penting memahami pluralisme guna merajut kebhinekaan. Pluralisme dapat diartikan sebagai kesediaan menerima keberagaman untuk hidup toleran pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, golongan, agama, adat, dan pandangan hidup.

Baca Juga:  Dukung Pembangunan, Babinsa Koramil 1207-09/Kubu Hadiri Musdes RKP TA. 2022

“Pluralisme mengimplikasikan tindakan yang fokus pada pengakuan kebebasan beragama, dan kebebasan berpikir. Terdapat pula bermacam-macam Pluralisme seperti pluralisme budaya, pluralisme agama, pluralisme sosial, pluralisme ilmu pengetahuan, pluralisme media dan sebaginya. Dari itu sebagai masyarakat yang majemuk sangat penting memahami pluralisme serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari”, Tutupnya.