Berita  

H. Syarief Abdullah Alkadrie: Agama Merupakan Benteng Untuk Membina Masyarakat Yang Baik

Pontianak, Beritaborneo.id- Wakil Ketua DPR RI Komisi V, H. Syarief Abdullah Alkadrie Fraksi NasDem Kalbar, memberikan penjelasan dan mengingatkkan pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sungai Kakap untuk terus menerus melakukan pengawasan kepada keluarga.

 

Dalam sambutannya, Ketua DPW NasDem Kalbar, Sy. Abdullah Alkadrie, ibu- ibu sebagai komando di rumah tangga yang selalu berinteraksi dengan keluarga dengan anak- anak harus melakukan pengawasan kepada keluarganya.

 

Melihat situasi dan kondisi saat ini, secara sisi budaya sosial yang tentunya kita harus memperkuat dan membentengi penyakit-penyakit masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti pengajian, tahlilan, dll.

 

“Dimana-mana saat ini terjadi pemakaian obat terlarang seperti narkoba yang sudah marak masuk ke Kampung-Kampung dan ke Desa-Desa”, terang Anggota DPR RI Komisi V ini.

 

Sehingga, menurut Sy. Abdullah, kegiatan seperti hari ini, tentu harus menjadi benteng bagi kita semua karena kekuatan agama merupakan benteng untuk membina masyarakat yang baik, masyarakat yang Sakinah dan Bertaqwa.

 

“Tentunya, dengan benteng-benteng agama salah satunya lewat tausiah dan ceramah, yang di sampaikan para Alim Ulama dan Ustadz,” jelasnya di hadapan para jamaah yang hadir.

 

Lebih lanjut, Legislator Kalbar ini menerangkan, Di jaman yang serba canggih dan modern saat ini bagaimana untuk menjaga dan merapatkan ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Bashariah, itu harus selaras yaitu hubungan dengan manusianya dan hubungan antara dengan Tuhannya.

 

Jadi, hubungan manusia itu penting, ikatan hubungan manusia itu harus di pupuk. Tidak hanya semata mata Hablumminallah dan habluminnas itu harus seimbang dan teriring.

 

“yaitu antara kerukunan kehidupan bertetangga, bermasyarakat selalu berdampingan bukan bermusuhan,” tegasnya.

Baca Juga:  Haul KH Qosim Bukhori PPRU Dua Malang, Sosok Pakar Akademisi, Kesehatan dan Politik

 

Seperti kita ketahui bersama tradisi Indonesia saat idul Fitri biasanya kita mengadakan Halal Bihalal, maaf memaafkan, walaupun susana pandemi ini tapi hal itu bagi tradisi masyarakat tetap berjalan, tentu hal hal positif yang seperti ini harus di tingkat kan,” imbuhnya.

 

 

Red