Hari Pahlawan, BEM-KM UMP Menggelar Seminar Nasional

Pemberian Penghargaan Kepada Narasumber (Dok.Istimewa).

Pontianak, Beritaborneo.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak (BEM-KM UMP) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional mengadakan Seminar Nasional, Aula Lantai 3, Universitas Muhammadiyah Pontianak. Rabu (10/11/2021).

 

Acara tersebut bertemakan, “Mengobarkan Semangat Kepahlawanan dalam Mendorong Penganugerahan Gelar Pahlawan kepada Tokoh Pejuang Kalimantan Barat” untuk mencari jawaban mengenai gelar pahlawan yang sampai saat ini belum diberikan kepada beberapa tokoh pejuang di Kalimantan Barat.

 

Mengundang Gubernur Kalimantan Barat yaitu H. Sutarmiidji, S. H., M. Hum sebagai keynote speaker yang kemudian diwakili oleh asisten 3 Administrasi dan Umum Sekretaris Daerah provinsi Kalimantan Barat, Drs. Alfian M.M. serta tokoh-tokoh masyarakat seperti wakil ketua komisi V DPR-RI diwakili oleh anggota DPRD Kota Pontianak, Dr. Firdaus Zar’in, S.Pd., Msi; Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M. M., M. T. diwakili oleh staf ahli walikota bidang Hukum dan Politik, Iwan Amriady A. P. Msi.; dan akademisi Universitas Muhammadiyah Pontianak, Tengku Turiman Fachthurahman Nur, S.H., M. Hum. sebagai pemateri serta rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dr. Doddy Irawan, ST., M. Eng; presiden mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak, Shirat Nur Wandi; dan di pandu oleh moderator dari Kementerian Politik, Hukum, dan HAM Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa, Zean Novrian.

 

Kemudian, seminar yang diikuti oleh lebih dari 30 peserta ini berjalan lancar meskipun masih terdapat beberapa kekurangan. Situasi dalam ruangan yang kondusif turut membantu kelancaran seminar ini. Selain mendengarkan materi dari tokoh-tokoh di atas, terdapat pula sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta sehingga diharapkan para peserta mampu untuk memahami materi yang disampaikan terkait pemberian gelar pahlawan kepada para pejuang.

Baca Juga:  Aktivis Kitra TNI Polri Kalimanatan Barat Gelar Aksi Damai Tuntut Gaji TNI Polri minimal 50 Juta Perbulan
Foto bersama (Dok.Istimewa).

Shirat Nur Wandi menjelaskan tentang realitas bahwa nilai-nilai patriotisme yang ada mulai terkikis. Menurutnya, generasi bangsa saat ini nyaris hilang rasa bela negaranya karena lebih mengedepan ego sentralisme yang dapat menyebabkan terkikisnya nilai persatuan dan kesatuan yang ada.

 

“Sebagai generasi penerus, kita seharusnya selalu memupuk nilai-nilai perjuangan yang telah dikobarkan oleh pahlawan kita yaitu dengan mendahulukan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi, mampu menjaga nama baik bangsa, berprestasi dalam berbagai bidang untuk mengharumkan nama bangsa, bijak dalam menghadapi dampak-dampak yang muncul akibat adanya arus globalisasi, serta menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan pada setiap warga negara,” ujarnya.

 

“Setiap orang memiliki pahlawan di hati masing-masing yang telah berjasa dalam menanamkan kebaikan. Mereka adalah para pejuang yang memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, memerdekakan banyak manusia menjadi insan yang mandiri, dan membantu bangkit dari keterpurukan yang di alami sebelumnya,” jelas Shirat

 

Ia juga menambahkan pentingnya menanamkan semangat perjuangan kepada para pemuda dengan mengobarkan kembali semangat kepahlawanan karena para pemuda adalah penggerak utama menuju perubahan yang lebih baik.

 

“Teruntuk para pahlawan, jasamu akan selalu kami kenang dan perjuanganmu akan kami lanjutkan. Karena sesungguhnya lawan kami, adalah bangsa sendiri,” tanda Shirat