Mahalnya Kouta Solar Subsidi, GMKI Kalbar : Masyarakat Pertanyakan Minyak Subsidi Diperuntukkan Kemana?

Noven Honarius (Korwil XIV Kalimantan Barat)

Kalbar, Beritaborneo.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia merespon kesulitan masyarakat Kalimantan Barat tentang sulitnya mendapatkan BBM jenis solar dan jika mendapatkan, masyarakat harus membayar dengan harga yang tinggi ungkapan Noven Honarius Pengurus Pusat GMKI Koordinator Wilayah XIV Kalimantan Barat.

“Sejak tahun 2021 yang silam saya mendengar keluhan mengenai solar yang saya dapatkan langsung dari masyarakat khususnya supir truk ekspresi di wilayah Kalimantan Barat dan saya sendiri mengamati beberapa waktu terakhir memang ada banyak mobil truk yang mengantri,” Ujar Noven Honarius saat di saat di sampaikan kepada Tim beritaborneo.id.

Noven Honarius juga mengatakan kurangnya stok solar juga diakibatkan adanya pengantri liar yang sengaja memborong solar yang menyebabkan masyarakat kecil sebagai pengantri tidak mendapatkan solar.

“Saat saya mengamati saya menemukan hal yang serupa dengan apa yang di ceritakan para supir truk ekspresi, saya melihat ada permainan yang di sadari oleh pihak SPBU katakan saja petugas di SPBU karena solar subsidi yang seharusnya untuk masyarkat dijual ke mobil siluman yang mengambil solar dalam jumlah banyak, sehingga hal ini menjadi pertanyaan baru bagi masyarakat minyak subsidi ini diperuntukkan kemana?,” Ujarnya

Menurut Noven bukan hanya kekurangan stok tetapi juga selisih harga minyak turut menjadi masalah bagi masyarakat jika mereka membeli minyak yang ada di SPBU dan KIOS pinggir jalan yang biasanya tidak jauh dari SPBU.

“Yang pasti bagi saya, tentu memperhatikan banyak hal bukan hanya pada stok minyak yang langka tapi juga pada nilai jual atau harga yang didapatkan masyarakat. Harga minyak subsidi kisaran Rp.6.000; dan di Kios Rp. 8.000; dengan selisih ini sudah bisa nutupi uang makan dan operasional lain dari supir,” ujarnya

 

(Nov)