Narasi  

Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari malam 1000 bulan

Beritaborneo.id- Pada bulan Ramadhan ini, salah satu yang ditunggu-tunggu oleh umat manusia diseluruh dunia adalah datangnya Lailatul Qadar. Karna malam tersebut dikatakan bahwa memiliki kebaikan setara dengan seribu bulan.

 

dikutip dari sebuah hadis melalui mujahid yang menceritakan, bahwasanya Rasulullah pernah menceritakan tentang seorang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil, ia menyandang senjatanya selama seribu bulan untuk berjuang di jalan Allah.

 

Kaum muslimin merasa takjub atas hal tersebut. Maka Allah segera menurunkan firman-Nya:

 

” Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu juga gurunya para malaikat – malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (Q.S. Al-Qadr. 1-5).”

 

Jelas dimalam itu ketika malaikat-malaikat turun kebumi maka suasana bumi akan akan berbeda pada biasanya. Lebih hangat dan lebih sejuk pada biasanya.

 

Selain itu doa-doa yang dipanjatkan kepada Ilahi akan diaminkan oleh malaikat-malaikat tersebut sehingga menjadi mempercepat pengabulan doa hamba-hambaNya.

 

Maka sungguh beruntunglah orang-orang yang ketika malam Lailatul Qadar dapat memohon doa kepada-Nya dengan didoakan pula oleh malaikat-malaikat yang kebetulan sedang bertugas turun ke muka bumi.

 

Sejumlah ulama menyebut, dirahasiakannya datangnya malam Lailatul Qadar tersebut agar Umat Islam kian memperbanyak amalan-amalan di malam-malam terakhir bulan Ramadhan. Umat Islam disarankan menjalankan sejumlah amalan sunah untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar, malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan itu.

 

 

Jelang 10 hari terakhir Ramadhan 1441 H / 2020, kenali tanda-tanda malam Lailatul Qadar.

Baca Juga:  Cerdas Memahami Opini Publik Tidaklah Sulit

 

Malam Lailatul Qadar yang disebut sebagai malam yang lebih baik dari malam 1000 bulan diperkirakan datang di 10 hari terakhir Ramadhan. Meski tidak ada satupun yang tahu kapan malam Lailatul Qadar akan tiba, ada beberapa tanda yang membukukan datangnya malam penuh ampunan ini.

 

Dalam beberapa riwayat disebutkan, tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar adalah matahari tidak bersinar terik pada siang harinya, udara tidak terlalu panas ataupun dingin, suasana malam sangat hening dan tenang, dan bahkan tidak ada anjing yang menggonggong ataupun binatang yang bersuara.

 

Bila Anda merasakan tanda-tanda tersebut dan yakin bahwa itu adalah malam Lailatul Qadar, maka segeralah membaca doa berikut.

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

 

 

Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku

 

Inilah 3 Keutamaan Lailatul Qadar bulan Ramadhan.

 

1. Keutamaan malam lailatul qadar yang pertama adalah malam tersebut merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an. Sesuai dengan firman Allah SWT di surat Al-Baqarah dan Al-Qadr.

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran…” (Q.S Al-Baqarah: 185)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan” (Q.S Al Qadr: 1)

 

2. Keutamaan malam lailatul qadar yang kedua adalah malam tersebut lebih baik dari pada seribu bulan. Allah SWT berfirman,

“Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (Q.S Al-Qadr:2–3)

Banyak ulama berpendapat bahwa ibadah dan amalan baik yang dilakukan di malam lailatul qadar, akan dibalas dengan pahala yang sangat besar.

 

3. Keutamaan malam lailatul qadar yang ketiga yaitu malam tersebut dipenuhi dengan berkah. Allah SWT berfirman,

Baca Juga:  Puasa Berkarakter Unggul

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (Q.S Al-Dukhan: 3-5)