Maulid Nabi dan Spirit Entrepreneur Bagi Millenial

Maulid Nabi dan Spirit Entrepreneur Bagi Millenial – Tiap 12 Rabiul Awal, umat Islam memperingati peristiwa agung yakni lahirnya baginda Rasulullah SAW atau yang dikenal dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kelahiran nabi pada saat itu membawa suatu perubahan besar bagi peradaban ummat manusia di berbagai aspek kehidupan. Oleh sebab itu, maulid nabi merupakan salah satu peristiwa yang penting untuk dirayakan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia dalam rangka meningkatkan kecintaan kita kepada beliau dan meneladi kehidupan yang beliau jalani.Ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. kita dapat meneladani sifat dan akhlak beliau dalam hal kesabaran, keteguhan hati, dan terutama perjuangannya di jalan Allah Swt. Semua sifat Nabi Muhammad SAW. perlu dan wajib untuk diteladani. Hikmah lain yang dapat kita ambil yaitu meneguhkan rasa cinta kita terhadap Nabi Muhammad SAW.

Memperingati kelahiran nabi, tidak sekedar peringatan semata, melainkan bagaimana kita dapat memaknai dan mengamalkan suri tauladan Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

 

Nabi Muhamad Seorang Entrepreneur

Salah satu teladan Nabi yang tidak banyak di ketahui oleh generasi millenial saat ini adalah beliau seorang entrepreneur sukses. Jiiwa Entrepreneurship Rasulullah dimulai sejak beliau usia belia, Saat usianya 9 tahun beliau mengembala kambing milik penduduk mekah, dengan tujuan untuk membantu perekonomian pamannya. Sebab sepeninggal kakenya Abdul Muthalib, Nabi Muhammad SAW tinggal bersama pamannya Abu Thalib.

Pada usia 12 Tahun Nabi Muhammad Sudah Belajar Bisnis, Ilmu bisnis tersebut diawali dengan perjalanan dagang ke negeri Syam (Suriah) bersama pamannya Abu Thalib.  Abu Thalib mulai mengajak Nabi Muhammad untuk berdagang. Dari perjalanan tersebut Nabi Muhammad belajar banyak hal mengenai ilmu entrepreneur, terutama dalam marketing dan manajemen seperti bagaimana melayani konsumen dengan baik.

Meskipun hanya bertindak untuk sekadar membantu pamannya, namun Nabi Muhammad mengerjakan pekerjaannya dengan maksimal dan penuh tanggung jawab. Berkat adanya Nabi Muhammad bisnis Abu Thalibpun menjadi sangat maju. Hal ini disebabkan semua konsumen sangat menyukai Nabi Muhammad, sehingga akhirnya banyak diantara mereka yang menjadi langganan setianya.

 

Menjadi Owner Sejak Usia 15 Tahun

Saat usianya memasuki 15 tahun Nabi Muhammad memutuskan untuk berjualan sendiri bersama rekannya As Saib bin Abus Saib, yaitu seperti berjualan pakaian.  Mereka berdua adalah rekan bisnis yang solid sehingga tidak pernah berselisih.

Nabi Muhammad dikenal sebagai pebisnis yang memiliki integritas tinggi, beliau sangat jujur, amanah, tepat janji, santun, menghormati semua konsumen, dan setiap transaksi dagangnya selalu atas dasar ridho sama ridho (sukarela) dan dengan ijab qobul. Integritas dan kejujuran beliau, telah mengunci kata “Al-Amin” pemuda jujur nan terpercaya. Sebuah gelar  informal untuk dirinya yang tak pernah tertandingi.

Baca Juga:  Civitas Akademika IAIN Pontianak Gelar Pembinaan Pegawai, Dr.Wajidi: Rajut Kebersamaan

Nabi Muhammad Sudah Memimpin Khalifah Dagang  di Usianya yang baru 17 Tahun

Memasuki usia 17 tahun Nabi Muhammad mulai memipin dagang ke luar negeri, hingga lebih kurang 17 negara telah beliau kunjungi. Reputasi dan integritas Nabi Muhammad dalam berbisnis sangat baik. Reputasi baiknya Nabi Muhammad dalam berbisnis sampai terkenal hingga di Irak, Syam, Yordania, Yaman, dan di pusat-pusat perdangan lainnya.

Reputasinya sebagai entrepreneur yang amanah dan berintegritas, menyebabkan dirinya banyak di senangi oleh investor untuk kemudian diajak bekerja sama, salah satunya adalah Siti Khadijah. Siti Khadijah berinvestasi kepada Nabi Muhammad menyerahkan modal miliknya agar dapat dikelola dan bisa bertambah. Kepercayaan Khadijah tersebut tidak di sia-siakan oleh Nabi Muhammad, beliau mengelola modal Khadijah dengan sangat baik. Sehingga tak heran dalam waktu beberapa lama, modal Khadijah menjadi bertambah berkali-kali lipat.

 

Di Usia 25 Tahun Nabi Muhammad Menikah

Pembawaan Rasulullah yang sangat baik membuat Siti Khadijah sangat tertarik untuk menjadikan beliau sebagai suaminya. Padahal saat itu banyak sekali para tokoh dan pembesar yang mencoba meminangnya.

Keinginannya untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai suaminya tersebut, ia ungkapkan kepada sahabatnya Nafisah binti Muniyyah. Mengetahui hal tersebut Nafisah pun segera menemui Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan niat Khadijah, sembari menganjurkan Nabi Muhammad untuk menikahinya.

Mengetahui kabar baik tersebut Nabi pun menyetujinya, dan kemudian melakukan musyawarah dengan paman-pamannya untuk melamar Khadijah. Kemudian setelah itu, akhirnya Nabi Muhammad pun mendatangi paman Khadijah untuk melamar nya.

Kemudian selang beberapa lama, tepatnya setelah dua bulan Nabi Muhammad SAW kembali dari Syam, pernikahanpun dilangsungkan dengan mahar 21 ekor unta muda. Pernikahan tersebut dihadiri oleh dua keluarga besar, yaitu dari kalangan Bani Hasyim dan para pembesar kabilah.

Setelah menikah kerajaan bisnisnya semakin menggurita. Muhammad seorang manajer yang ahli didukung oleh istri seorang investor kaya raya diperebutkan banyak lelaki.

Sekitar 25 tahun lamanya membangun kredibilitas seorang pengusaha sukses, baru 23 tahun setelah itu menjalani masa kenabian.

 

Hikmah yang Bisa Kita petik dari Sejarah Bisnis Nabi Muhammad dalam momentum maulid ini

Mengenang sejara perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW pada momentum peringatan maulid nabi ini memberikan banyak pembelajaran yang sangat berharga untuk kita terlebih para generasi milenial. Termasuk didalamnya perihal sejarah berdagang beliau ini. Masalalu Rasulullah yang masa kecilnya penuh dengan cobaan hebat, dimulai dari di tinggalkan kedua orangtua hingga kakeknya, merupakan motivasi besar untuk kita yang ingin sukses terlebih dimasa-masa pandemi seperti saat ini dimana kondisi perekonomian belum stabil. Akan tetapi Rasulullah SAW telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan atas izin Allah lah kesuksesannya itu bisa diraih.

Baca Juga:  Sekolah Global Maju Khatulistiwa dan Morinaga Gelar Event Semarak Semangat Anak Indonesia

Jika Nielsen Media Research mendefinisikan milenial sebagai orang dewasa yang berusia antara 22 – 38 Tahun, maka Nabi Muhammad Melampaui standar Milenial Produktif yang dimaksud sebab diusia yang mash sangat muda sebagaimana penulis uraikan diatas, Nabi Muhammad sudah menjadi seorang entrepreneur sukses bahkan diusia yang mash terbilang sangat muda yakni 17 tahun beliau sudah memimpin kafilah dagang keberbagai negara.

Modal Bukan Penghalang Untuk Sukses

Dari uraian sejarah diatas, setidaknya kita dapat menyimpulkan bahwa modal utama untuk menjadi seorang entrepreneur sukses tidak harus memiliki finansial yang banyak, namun yang terpenting adalah kemauan yang tinggi, keahlian, kerja keras, serta kejujuran dan Do’a. Jika kesemua modal dasar ini di miliki oleh generasi milenial maka tidak menutup kemungkinan modal finansial akan datang dengan sendirinya seiring dengan integritas yang kita miliki dalam berbisnis sebgaimana yang sudah di contohkan Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah sudah memberikan teladan nyata kepada kita. Sejak muda jiwanya tidak ingin berpangku tangan. Meski saat itu pamannya Abu Thalib bin Abdul Muttalib sangat mencintai Nabi dan beliau sudah menganggap Nabi Muhammad seperti anaknya sendiri. Namun Nabi Muhammad tak mau berpangku tangan terlebih hanya mengandalkan pemberian. Selain mengembala kambing, sejak usianya baru 12 tahun Rasulullah meminta sendiri untuk ikut pamannya berdagang.

Nabi Muhammad akhirnya bisa menjadi pebisnis sukses, modal utamanya adalah pada kejujuran dan kepiawaian beliau dalam berbisnis. Hingga tak ayal dengan modal andalan tersebut, beliau tak perlu pusing memikirkan modal finansial. Selain keuntungannya yang diperoleh dari banyaknya pelanggan, berkat hal tersebut Rasulullah pun akhirnya banyak mendapatkan investor, salah satunya adalah Siti Khadijah Yang kemudian kemudian jatuh hati kepada Nabi karena sikap dan kejujurannya.

Jangan Gengsi untuk Memulai Usaha Apapun, jangan enggan untuk memulai bisnis hanya karena memiliki keterbatasan modal finansial. Sejarah Nabi Muhammad  yang pernah menjadi pengembala kambing, dan memulai berbisnis di usia sangat muda dengan keterbatasan modal adalah bukti nyata bahwa jalan kesuksesan itu bisa diperoleh jika dimulai dengan penuh keyakinan dan kerja keras.

Kisah Kesuksesan Rasulullah di usia muda harus menjadi motivasi bagi para generasi milenial bahwa kita juga bisa sukses dengan meneladani perjalanan bisnis Nabi Muhammad SAW.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhamma SAW. 12 Robiul Awal 1443 H/19 Oktober 2021

Semoga momentum peringatan maulid Nabi Ini menjadi refeleksi bagi kita untuk meneladi kehidupan Baginda Rasulullah SAW. Khususnya bagi penulis pribadi dan para pembaca pada umumnya.

 

Penulis: Muhammad Holil
(Wakil Sekretaris Umum BPC HIPMI Kota Pontianak/Mhasiswa Magister Keuangan Syariah Institut Teknologi & Bisnis Ahmad Dahlan)