Muhammad Adib Al-Farisi : Menelusuri Kampung Halaman Diakhir Penghujung Ramadhan

Muhammad Adib Al-Farisi

Beritaborneo.id – Tidak terasa sudah lama kembali menikmati alam di Kampung halaman, dengan suasana Ramadhan yang berbeda. Aku kini merindukan suasana nan sejuk dan asri dilihat pandangan mata. Padahal hanya seperti biasa aja, kata mereka. Tapi aku orang perantauan, untuk menempuh pendidikan di kota Khatulistiwa tidak bosan-bosannya kembali kepada kampung halaman tuk mengabdi.

 

Anehnya, disela sekarang ini suasana sedikit berbeda dari biasanya, dulu sering ada kegiatan seperti bermain meriam dan lain-lain. Usia pun sudah dewasa kini memikirkan masa depan untuk diraih, kata ku. Sedikit berjalan-berjalan sesampai di Kampung halaman dengan berbeda, ada pandemi Covid-19 . Terasa sepi dan tidak seperti dulunya. Namun, aku selalu belajar dari sebuah pengalaman yang sudah menjadi-jadi dan terulang, kini sempatkan waktu untuk selalu beribadah kepada sang pencipta, semoga tahun ini diberikan kesehatan dan nikmat usia serta keberkahan hidup.

 

Kini, aku selalu berbicara tentang hidup. Dan apalagi sudah dipenghujung ramadhan. Ingin memberikan hadiah terbaik kepada keluarga, orang tua, dan kaum kerabat, apalagi suasana sekarang aku di kampung halaman. Sebuah kehidupan pun yang menjadi jejak dengan penuh rasa kenikmatan. Saat di Kampung halaman suasana menyejukan. Selalu dengan rasa penuh harapan yang terbaik untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kini hari-hari hidup ini akan menjadi hidup yang selalu berputar, seperti roda kendaraan selalu berputar.

Dikala senang dan bahagia apalagi sisa ramadhan tidak lama usai. Tatkala menjalani hidup butuh kekuatan untuk memulainnya. Langkah membangun itu, ialah dengan lakukan hal-hal terbaik dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Selalu kita ucapkan dalam semangat jiwa raga menjalaninya adalah Bismillah, Lelah Akan Menjadi Lillah. Semua yang ingin dicapai pastinya akan mempunyai proses dalam kehidupan. Mulailah langkah awal Anda, walaupun terkadang sakit untuk melewatinya.

 

Lakukan seperti apa yang dicontohkan para pendahulu kita tatkala dalam menjalani hidup itu harus mempunyai rencana atau program untuk melakukan  aktivitas sehari-hari. Setiap orang pastinya, ketika ingin melangkah harus memiliki niat dan selalu bersikap atau perilaku yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Seperti di suatu wadah untuk berproses, hal itu sebagai tempat yang ingin di isi dan ketika sampai pada tujuannya akan mendapatkan hasilnya.

 

Manusia memiliki rasa percaya diri, tetapi kadangkala melihatnya itu masih ada keraguan dalam beberapa langkah untuk mengambil sebuah keputusan yang lebih baik. Sehingga, dapat dikatakan kurang tepat atau cermat dalam menanggapi sebuah keputusan.

Baca Juga:  BADKO HMI Kalimantan Barat Gelar Diskusi Online Mengenai Penanganan Covid-19 Di 2022

 

Sebagai manusia, itu hal penting yang dimiliki, supaya ada rasa untuk menumbuhkan semangat dalam beraktivitas sehari-hari dan dapat hasil yang di inginkan. Percaya akan semua keadaan itu tergantung niat apa yang ingin diperbuatkan.

 

Ketika dalam menjalani sebuah hidup, pastinya akan menghadapi berbagai rintangan dan itu artinya selangkah selangkah lebih maju. Sedikit demi sedikit untuk melakukan yang terbaik disaat mempunyai persoalan dapat dilaksanakan dengan rasa percaya diri. Hal yang selalu di kuatkan adalah integritas percaya diri yang ada di dalam tubuh dan selalu tampil berbeda dengan orang lain. Hendaknya ketika kita melangkah perlu berhati-hati.

 

Disetiap perjalanan hidup yang terus kita lalui terkadang menjadi bosan untuk menjalainnya hanya seputar disitu saja, tidak ada perubahan demi perubahan untuk menjadi lebih baik, terkadang juga berpikir seperti itu. Maka, tatkala menjalani hidup ini janganlah bersedih, karena jika sedih hidup akan menjadikan sia-sia bagi diri sendiri. Lalui perjalanan hidup dengan melangkah terus dan berpikir berubah setiap mempunyai masalah di setiap harinya.

 

Ketika duduk sendirian, disebuah taman melihat orang-orang bahagia dengan penuh keceriaan dan bahagia untuk menjalani hidup. Namun dibenak diri tidak seperti orang-rang tersebut, mungkin mereka hanya biasa saja dengan kegembiraan menjalani roda kehidupan ini. Padahal, dibelakang biasanya banyak masalah dihadapi, bahkan ada juga bertambah terus dengan masalah dikehidupan. Sebenarnya itu dilalui dengan penuh percaya diri, tanggung jawab, bijak dan lain sebagainya. Untuk menyelesaikan problem semuanya.

 

Namun apa daya seorang diri terkadang berpikiran seperti itu. Tidak dapat diselesikan dengan secara baik. Maka biasanya dibenak pikaran berpikir hidup ini penuh drama. Banyak orang-orang baik dan orang-orang jahat. Tetapi itu jangan dipikirkan semuanya, karena akan stress, lebih baik berpikir positif saja, jangan aneh-aneh. Lalui dengan senyuman ketika menjalankan hidup ini.

 

Biasanya ketika pada saat kecil berpikir perjalanan ini banyak dilalui sepertinya tidak mampu untuk menyelesaikannya. nah, maka dari itu ketika ada masalah di hidup carilah orang-orang yang disekeliling kalian dekat untuk bisa berbicara secara terbuka, seperti halnya orang tua dank au kerabat, mungkin juga teman atau sahabat. Hidup juga biasanya penuh rintangan yang dilalui yang dapat bisa kita lakukan dengan penuh drama.

Baca Juga:  MUSDA X BADKO HMI, Sidik : Harapan Baru untuk Kalimantan Barat

 

Sebuah realita yang memanja dikehidupan penuh drama aku lalui dengan kesedihan di dalam hati tetapi itu hanya sebentar saja. Dengan itu semua lalui penuh hikmah dan ambil sbuah pelajaran yang dapat dipetik, disaring lalu rencanakannya semua, semoga tidak berulang kembali. Biasanya teman-teman disekeliling semangat untuk menjalani, tapi ada juga sedih, marah, dan lain-lain. Namun ada saking parahnya lagi melihat orang sinis kemudian suka marah-marah gak jelas.

 

Kehidupan penuh merona yang membuat aroma sedap untuk melakukan aktivitas dengan penuh senyuman yang hampa. Lewati dengan baik hidup ini, semua beban dilupakan, ibaratkan ketika ingin berpetualangan menuju air terjun yang penuh kesegaran itu adanya perjuangan yang selalu membuat kita tidak menyerah. Lakukan dengan terbaik, coba sekali-kali bayangkan ketika kita semua dilahirkan dari seorang ibu lalu telah berumur dengan tahap fase-fase dimana ingin berdiri itu selalu diajarkan oleh orang tua, jatuh bangun dilalui dengan penuh tangisan didalam hati tapi tidak diutarkan sebagai makhluk yang lemah dan cengeng.

 

Namun daya tubuh bisa tidak mampu untuk mengemban iu semua, tetap terus semangat untuk menjalaninya,terkadang ngantuk untuk dibicarakan tentang kehidupan gak jelas seperti ini tidak ada warna-warni yang biasa membuat senyuman dengan kegembiraan, tidak ada seorang bidadari yang datang untuk menemui di tengah malam untuk berbicara tentang kehidupan yang penuh lika-liku.

 

Selalu dengan senyuman menjalankan hidup ini susah, senang dihadapi dengan sendirian tidak ada orang yang mendekati untuk dibawa bicang disuatu meja yang banyak makanan dan minuman sebagai teman ngopi. Hidup atau mati itu ditangan Allah SWT. Tetapi bagaimana kita untuk jalani dengan hikmah dari sebuah hidup yang penuh drama. Kini aku pun selalu merenungkan betapa indahnya menelusuri kampung halaman dengan suasana ramadhan yang berbeda tiap tahunnya, Semoga kehidupan dikala seperti ini langkah untuk niat yang baik menjadi yang terbaik dan lebih baik.

 

Sedikit berbeda dengan biasanya, kini kota ku yaitu bumi Senentang yang mempunyai cerita dan makna untuk ditelusuri

 

 

Penulis : Muhammad Adib Al-Farisi (Aktivis Literasi)

Penulis: Adib Editor: Hedi