Berita  

Menentukan Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Caranya?

BERITABORNEO.ID – Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan yang dinanti-nanti setiap terutama umat Islam di seluruh dunia. Lebih lanjut, setelah berpuasa sebulan lamanya, orang-orang sangat antusias mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut datangnya hari raya idul Fitri. Contohnya dari pakaian terbaik, sajian untuk keluarga dan tamu, properti yang bagus dan lain-lain.

Hari raya Idul Fitri yang datang setelah usainya bulan Ramadhan dihitung berdasarkan kalender hijriah (Islam). Kalender hijriah ini berbeda dari kalender masehi yang sifatnya tetap dari tahun ke tahun. Sistem penghitungan dalam kalender hijriah berdasarkan penampakan bulan atau yang disebut dengan hilal.

Kemudian, rata-rata siklus fase sinodis Bulan berlangsung selama 29,53 hari, oleh karena itu setiap bulan dalam kalender hijriah berjumlah 29 atau 30 hari. Hal ini jelas lebih pendek dari kalender masehi yang berjumlah 30 atau 31 hari, kecuali Bulan Februari 28 atau 29 hari (tahun kabisat).

Libur sekolah, Pondok Pesantren Al-Qomar mengadakan Islamic Student Olyimpiad

Tetapi agar tidak mengurangi ibadah jangan terlalu berlebihan. Hal seperti bisa mengurangi dalam beribadah lebih baik fokus dan konsisten dalam menjalan perintah Allah SWT.

Dalam Islam ada beberapa cara untuk menentukan kapan? menetapkan hari raya dan puasa. Tim Beritaboreno.id merangkum dari berbagai sumber. Diantara sebagai berikut;

Hisab

Hisab adalah penghitungan secara matematis dan astronomis dalam mengetahui posisi bulan sehingga dapat ditentukan kapan dimulainya awal bulan dalam kalender hijriah.

Rukyat

Rukyat adalah kegiatan mengamati penampakan hilal sebagai salah satu cara penentuan hari raya. Hilal yaitu bulan sabit (bulan baru) yang muncul pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Pelaksanaan rukyat dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu optik, misalnya teleskop. Hilal hanya akan muncul setelah matahari terbenam atau tepat waktu maghrib.

Hilal ini memiliki intensitas cahaya yang sangat redup dan tipis sehingga harus diamati dengan teliti dari beberapa sudut di muka bumi. Jika hilal telah terlihat maka petang hari waktu setempat sudah memasuki awal bulan baru dalam kalender hijriah. Namun, jika belum terlihat maka awal bulan baru ditentukan pada maghrib di hari berikutnya

Allah Ta’ala berfirman,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan (di negeri tempat tinggalnya), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)

Demikian, rangkuman bagaimana menentukan hari Raya Idul Fitri. Semoga bermanfaat bagi semuanya. Selamat menjemput kemenangan.