Mengajarkan Bayi Bercermin, Meningkatkan Kecerdasan

Sumber: Red

Pontianak, beritaborneo.idCermin merupakan benda dan alat yang tidak asing lagi bagi kehidupan kita. Terlebih lagi, kita yang sering bercermin. Bercermin merupakan suatu kebutuhan yang harus dilakukan setiap harinya. Bahkan, kita setiap hari lebih dari 5 kali bercermin.

Bagi orang dewasa, kegiatan bercermin sudah lumrah dan menjadi keharusan. Kalau tidak bercermin sehari saja, rasanya ada yang kurang. Dari mulai bangun tidur sampai sebelum tidur harus bercermin dulu.

Bukankah itu sudah biasa dilakukan, ya? Memang betul. Terus gimana kalau bayi yang sering dihadapkan dengan cermin atau lebih tepatnya yang sering bercermin.

Tentu hal itu sangat bagus dan baik untuk kesehatan pikiran, serta kemampuan berpikir bayi agar lebih cerdas. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita baca artikel dibawah ini.

  1. Memacu Kecerdasan Berpikir

Apakah itu betul? Tentu saja betul. Dunia bayi sangat berbeda dengan dunia anak yang sudah berangjak remaja maupun dewasa. Usia yang masih sangat dini, bayi akan terus menjadi manusia yang paling menggemaskan. Terlebih lagi orang tua akan terus mengajarkan anaknya untuk menjadi anak yang cerdas dan memiliki kemampuan berpikir yang baik untuk masa dewasanya nanti.

Ketika seorang bayi bercermin, pikiran bayi akan merangsanga kemampuan visualnya. Dan melatih mereka mengenal ekspresi diri serta bahasa tubuh. Cermin merupakan salah satu alat yang paling efektif untuk anak dengan rentan usia 0-6 bulan.

Nah, bagi kalian yang sudah menjadi orang tua ataupun lagi mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua yang baik dan bijak mengajarkan anaknya nanti, maka dari itu ajarin mereka belajar membaca dan bicara atau bergerak menggunakan cermin. Kenapa demikian? Bayi akan belajar mengamati bayangan tubuhnya maupun wajahnya sendiri ketika lagi bercermin.

Salah satu caranya yang perlu orang tua lakukan yakni bermain mimik wajah. Bermain mimik wajah yakni ekspresi yang lucu di depan cermin, maka mata bayi pun akan fokus pada bayangan wajah dan mereka akan tertawa.

  1. Kemampuan Motorik Meningkat
Baca Juga:  DPC MAMY Kota Singkawang Siap Kibarkan Syiar Islam Rahmatan Lil-Alamain

Apa itu kemampuan motorik? Nah, bagi kalian yang belum tahu, sedikit akan penulis jelaskan. Kemampuan motoric adalah kemampuan bergerak bayi, atau kemampuan untuk menggerakkan tubuh, seperti kemampuan melihat, kemampuan bicara, kemampuan berjalan, kemampuan berdiri, kemampuan apapun itu yang dilakukan oleh bayi. Apakah sudah jelas? Alhamdulillah, syukurlah kalau sudah paham.

Mari kita lanjut bahas ini. Usia bayi 0-6 bulan mereka akan lebih banyak belajar sesuatu yang baru bahkan terbilang akan aktif untuk melakukan sesuatu. Bukan malas, tapi aktif bergerak. Terus kenapa bercermin? Nah ini, bercermin merupakan alat yang harus digunakan orang tua yang anaknya masih dalam tahap banyak belajar.

Ini tugas orang tua. Orang tua ketika mengajarkan bayi bergerak di depan cermin, otomatis bayi akan mencotohnya atau mengikuti gerakan yang dilakukan oleh orang tua. Yang mana, seorang bayi akan banyak penasaran dengan apa yang dilakukan oleh orang tua. Maka dari itu, saran penulis mari ajarkan bayi kita dengan baik dan sopan agar kehidupannya kedepan lebih merdeka.

  1. Dapat Mengenal Anggota Tubuh

Masih dengan konteks yang sama, yakni mengajarkan bayi agar mudah mengenal anggota tubuh salah satu caranya dengan bercermin. Ketika bercermin, bayi akan dengan mudah melihat dirinya sendiri dan anggota tubuhnya.

Sehingga, orang tua dapat dengan mudah memperkenalkan nama-nama anggota tubuh.  Caranya sangat mudah. Orang tua bisa sambil menunjukan bagian tubuh dan menyebutkan namanya. Maka bayi akan lebih mudah untuk mengingatnya dan dapat mengenal nama-nama anggota tubuh dengan baik.

  1. Bayi Akan Dengan Mudah Belajar Menghitung

Ketika bicara hitung-hitungan, pasti banyak orang yang bakalan malas untuk menghitung. Gimana nggak? Banyak orang tua tidak dapat menghitung dengan baik. Oleh karena itu, bercermin merupakan salah satu caranya untuk mengajarkan keturunan atau bayi berhitung.

Baca Juga:  Jaga Kebugaran di Masa Pandemi Covid-19, Kasdim 1207/Pontianak Gelar Gowes

Gimana caranya? Cara sangat mudah dan tidak menghabiskan banyak biaya,kok. Orang tua tinggal pergi kedepan cermin dan bawa bayinya. Lalu mulailah sambil menghitung dan mengajarkan bayinya untuk berhitung. Bisa mulai dengan angka 1-10 sebagai dasar mereka untuk belajar.

Lambat laun dengan sendirinya bayi akan dapat mengingatk angka hitungan tersebut. Dengan daya ingat yang masih sangat tersebut, akan dengan mudah terekam kedalam memorinya. Akan tetapi, orang tua jangan emosian dan ego serta harus mengajarkannya dengan sering. Bisa juga gunakan waktu luang ketika tidak lagi bekerja.

  1. Akan Lebih Mudah Melakukan Kegiatan tummy time

Bayi masih sangat rentan dan aktif untuk melakukan kegiatan apapun, dan semua kegiatan yang dilakukannya akan mencontoh apapun yang ada disekitarnya. Nah, bagi kalian orang tua yang mengalami kesusahan untuk mengajarkan bayinya untuk belajar, kalian bisa menggunakan cermin sebagai alat untuk belajar.

Dengan rentan usia yang masih sangat labil, tentunya bayi akan dengan mudah untuk bergerak. Maka dari itu, orang tua juga harus berhati-hati ketika mengajarkan bayinya bergerak. Ketika bercermin, bayi akan termotivasi untuk mengangkat tubuhnya, mengangkat kepalanya, menjaga keseimbangan ketika lagi berdiri dan akan dengan mudah melihat-lihat apapun yang ada disekelilingnya.

Sebagian artikel ini di kutip dari berbagai sumber terpercaya, salah satunya yakni berkeluarga.id. Dan penulis analisis dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Salam hangat dari penulis dan selamat membaca, serta bergembiralah ketika membaca.