Guna Mewujudkan Kalbar Damai Yayasan INSAN Gelar Dialog Interaktif

Mewujudkan Kalbar Damai Yayasan INSAN Gelar Dialog Interaktif

Kubu Raya, BeritaBorneo.id – Dengan mengusung tema “Memperkokoh Peran Tokoh Agama Serta Masyarakat Dalam Menangkal Paham Intorelan, Radikalisme, dan Terorisme Guna Mewujudkan Provinsi Kalimantan Barat Yang Damai” Yayasan INSAN (Inspirasi Mandiri Indonesia) sukses menyelenggarakan dialog interaktif, Sabtu (27/11/2021).Dialog tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 27 November 2021 di Aula Lembaga Pendidikan Darul Falah Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sambutannya ketua Yayasan INSAN, Dede Kurniawan berharap agar kegiatan ini dapat menjadi tameng baik dari level masyarakat dan tokoh agama guna menangkal paham radikalisme di Kalimantan Barat khususnya.

Dalam dialog interaktif tersebut dihadiri sekitar dua ratus peserta. Dengan para narasumber dari berbagai berbagai elemen. Diantaranya H. Ekhsan, S.Ag., M.Si, Selaku Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kakanwil Kemenag Kalbar, IPTU Srinanto S. Ap, selaku Kasat Intel Kapolres Kubu Raya, Drs. M. Jipridin, M. Si, selaku Kepala MUI Bidang Politik & Hubungan Luar Negeri, serta Zulkifli Abdillah, MA, selaku anggota FKUB kalimantan Barat.

Kasat Intel Polres Kuburaya, IPTU Srinanto mengatakan banyak terimakasih kepada seluruh panitia yang telah mensukseskan acara dialog pada hari ini.

“Saya sangat berterimakasih kepada rekan-rekan yang sangat membantu kami. Polri berperan serta untuk menangkal radikalisme dan terorisme, ajakan saya sebagai anggota Polri mari kita sama-sama menjaga keamanan di Kalimantan Barat yang sudah luar biasa dan kondusif karna keamanan ini bukan hanya tanggung jawab polisi tapi tanggung jawab kita semuanya,” ujarnya.

Lebih lanjut harapannya agar mahasiswa dapat ikut serta dalam berperan membantu menjaga dan melindungi serta kedapannya narasumber lebih di tambah lagi untuk mengadakan dialog tersebut.

Melengkapi penjelasan tersebut, Ketua Bidang MUI Kalbar Jipridin menyatakan bahwa dalam islam dikenal pepatah Al-Islamu Bainal Hamasah was samahah, yakni islam berada di antara sikap militansi dan sikap toleransi.

Baca Juga:  Pemuda dan Koramil Selenggarakan Vaksinasi di Pal IX

“Maka, sesuatu kekeliruan apabila seseorang menyatakan bahwa Islam sebagai agama yang radikal, hal tersebut mungkin hanyalah sebuah paham radikal yang berkedok agama,” tutup beliau dalam penyampaian materinya.

Menurut Zulkifli Abdillah, memberikan nasehat pada para pendengar untuk memahami agama dengan baik dan tidak mendewakan akal sehingga tidak terjadi penyimpangan pemahaman tentang dakwah beragama.

 

***