Mengenal Restorasi Meiji Sebagai Era Keemasan Jepang  dan Kebangkitan Jepang Pasca Perang Dunia II

  • Bagikan
Sumber: https://www.donisetyawan.com/

Beritaborneo.id – Zaman meiji atau biasa disebut restorasi meiji merupakan era pembaharuan  dan pembangunan baik dibidang politik, ekonomi, penidikan dan militer. Era meiji bisa disebut juga sebagai era keemasan jepang setelah hampir 2,5 abad mengisolasi diri.

Pada era restorasi meiji khususnya di bidang politik, berhasil menciptakan konstitusi 1889 yang menempatkan kaisar sebagai sumber kekuasaan (pucuk pimpinan). Kedudukan kaisar sangatlah tinggi dan suci serta tidak boleh diganggu gugat.

Dibidang pendidikan restorasi meiji juga berhasil menciptakan undang-undang pendidikan yang mewajibkan belajar bagi anak-anak, dan berhasil menjadi Negara Asia pertama yang bebas dari angka “buta huruf”  dan dilabeli sebagai Negara maju serta modern.

Restorasi berarti juga sebagai pemulihan, yang didalamnya terdapat esensi-esensi khusus, yakni pembaharuan dan pembangunan. Dalam hal ini merupakan pemulihan kekuasaan Negara dari Shogun  kepada kekuasaan kaisar sebagai seorang yang berhak atas kekuasaan, baik secara teoritis maupun secara praktis.

Beriringan dengan pemindahan kekuasaan itu pula ibukota pun ikut dipindahkan dan berganti nama dari Kyoto ke Yudo dan diubah menjadi Tokyo (26 november 1868). Yang pada saat ini Tokyo dikenal sebagai Ibu Kota terpadat di dunia dan menjadi sentral perekonomian global. Selain itu di bidang militernya jepang pada era restorasi meiji berhasil menciptakan militer-militer yang militan dan selalu memegang teguh ajaran Bushido.

Oleh karena itu sangat pantas apabila pada era restorasi meiji dinobatkan sebagai era keemasan Jepang, karena mampu mengangkat segala bidang menuju puncak kejayaannya (Peak performance). Jepang juga memiliki sejarah panjang tentang bagaimana mereka mempertahankan adat dan kebudayaan mereka, sepert ritual upacara minum teh, dan menggunakan pakaian kimono.

Mengingat hal tersebut, pada tanggal  6 April 1868 lahirlah “Sumpah Setia” (charter outh) yang untuk pertama kalinya di era restorasi meiji di perlihatkan dihadapan para Daimyo (orang yang memiliki pengaruh besar disuatu wilayah) dan Aristocrat. Dan isi dari charter itu sendiri yakni :

  1. Asas musyawarah

Musyawarah merupakan sesuatu yang harus  di pegang teguh.

  1. Asas persatuan

Seluruh rakyat jepang dari yang rendah sampai yang tinggi harus bersatu dan sependapat,agar ketertiban dalam masyarakat dalam terjaga.

  1. Asas keadilan

Asas ini akan dipegang teguh oleh kaisar , segla tradisi lama yang merugian bangsa akan dihapuskan.

  1. Asas pendidikan

Pendidikan yang merupkan kombinasi dari system lama dan baru akan dijadikan dasar untuk kemajuan Negara.

Hingga saat ini Jepang menjadi negara maju dan negara yang berpengaruh didunia. Negara yang mendapat julukan matahari terbit itu, mungkin tidak akan menjadi negara semaju sekarang apabila restorasi meiji tidak ada. Sebab pada rstorasi meiji lah kemajuan semua  bidang di jepang tercapai, mulai dari ekonomi, politik, pendidikan, dan militer.

Setelah hampir 2,5 abad menjadi Negara yang mengisolasikan dirinya , dan mengadopsi cara-cara ortodok  yang sangat kental. Dari restorasi meiji lah kita dapat belajar dan mengambil hikmah , bahwa kesungguhan akan membawa kita menuju puncak kejayaan dan era keemasan.

Kebangkitan Jepang Setelah Perang Dunia II

Setelah bom atom Amerika menghunjam jantung kota Jepang (Nagasaki dan Hirosima) tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, banyak pakar ekonomi saat itu memastikan Jepang akan segera mengalami kebangkrutan. Namun prediksi itu salah, hanya dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, Jepang ternyata mampu bangkit dan bahkan menyaingi perekonomian negara yang menyerangnya.

Terbukti dengan pendapatan tahunan negara Jepang bersaing ketat di belakang Amerika Serikat. Apalagi dibidang perteknologian, Jepang menjelma menjadi raksasa diatas negara-negara besar dan berkuasa lainnya. Bahkan hingga saat ini setelah adanya Covid-19 pun, Jepang masih memimpin ekonomi Asia dengan masuk peringkat ketiga dari 10 besar negara-negara maju di dunia di atas Jerman, Inggris, India, Prancis, Italia dan Korea Selatan.

Pada pertengahan era 1990-an Produk Nasional Bruto (PNB) Jepang mencapai 37,5 miliar dolar atau setara dengan Rp 337,5 triliun. Angka tersebut sekaligus menempatkan posisi Jepang di belakang Swiss yang memiliki PNB tertinggi di dunia. Simpanan khusus Swiss pada waktu itu berjumlah 113,7 miliar dan merupakan tertinggi di dunia.

Sementara itu pada tahun 2019, seperti dikutip dari simulasi kredit.com, terjadi perbedaan dari daftar 10 negara dengan PNB tertinggi dunia. Jepang berada di posisi terbesar keempat sebesar 10,51 triliun dari urutan pertama dibawah Amerika, Cina dan India. Sedangkan berdasarkan Global Economic Monitor World, dikutip dari ceic.data.com, PNB Jepang tahun 2021 dilaporkan 1.334.686 dolar, meskipun rekor ini turun dibanding sebelumnya yaitu 1.412.662 dolar.

Sebenarnya jika dibandingkan dengan Amerika Serikat kedudukan ekonomi Jepang lebih kuat dan kokoh. Hal ini dikarenakan Jepang tidak memiliki utang luar negeri. Sedangkan AS, meskipun dikenal sebagai negara penguasa ekonomi nomor satu di dunia tetapi AS menanggung utang luar negeri yang sangat besar.

Negeri Matahari terbit itu telah membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu membangun kembali perekonomian mereka yang hancur hingga sekarang ini. Dahulu Jepang tidak dikenal dan tidak dipandang sebagai negara maju, tetapi sekarang negara itu menjadi contoh dan teladan negara-negara yang berpengaruh di dunia.

Seorang sarjana muda University Malaya, Ann Wan Seng, menyingkap rahasia keberhasilan orang Jepang dimulai dari gaya hidup, gaya bekerja, semangat kerja pasukan dan prinsip orang Jepang yang membuahkan hasil mengagumkan di perekonomian negaranya. Menurutnya, faktor utama kesuksesan bangsa Jepang terletak pada budaya kerja, sistem etika, pengelolaan yang bagus, kreativitas, dan semangat juang yang tinggi tanpa mengenal arti kelelahan.

“Tidak ada satu keajaiban pun yang yang membantu perkembangan dan kemajuan perekonomian Jepang. Semua diperoleh dari hasil kerja dan usaha keras rakyat Jepang untuk memulihkan kembali harga diri bangsa dan negara yang telah tercemar,” Kata Wann Seng, yang juga dikenal dengan nama Abdullah itu.

Bangsa Jepang memiliki semangat pantang menyerah. Segala kesenangan, kemewahan dan kekayaan negara itu diperoleh dengan usaha yang tidak kenal lelah, disiplin ketat, dan semangat kerja keras yang diwarisi secara turun temurun. Mereka tidak takut dengan cobaan dan kesusahan. Mereka sanggup berhadapan dengan segala cobaan demi mencapai tujuannya. Prinsip moral inilah yang menjadi modal bangsa Jepang bisa maju seperti sekarang.

Sumber Bacaan:

Ann Wan Seng. Rahasia Bisnis Orang Jepang. Diterbitkan oleh: Retno Kintoko.

Leo Agung S. Sejarah Asia Timur 1.cetakan 1. Surakarta LPP UNS dan UNS Press, 2006.

Leo Agung S. Sejarah Asia timur 2.cetakan 1. Surakarta LPP UNS dan UNS Press 2006

 

Penulis: Suardi

  • Bagikan
Ini terletak pada bagian bawah halaman, sebelum footer