Peran Pemuda Untuk Kemerdekaan

  • Bagikan
Sumber: Pahamify.com

Beritaborneo.id – Kemerdekaan merupakan keadaan suatu bangsa atau negara yang pemerintahannya diatur oleh bangsanya sendiri, tanpa intervensi pihak asing. Kemerdekaan suatu negara erat kaitannya dengan kedaulatan terhadap wilayah teritorial negara. Indonesia sebagai wilayah yang terdiri dari 5 pulau besar meliputi, Kalimantan, Jawa, Sumatra, Sulewasi, dan Papua dan bahkan Indonesia pernah di posisi yang sangat miris dalam tekanan penjajahan yang hebat dimasanya.

Masyarakat Indonesia pada saat itu terlalu percaya diri untuk sebuah harapan dan mimpi yang gila, yang bermimpi dan yakin bahwa kita bisa menemukan sebuah titik terang dari kemerdekaan yang utuh dari penjajahan Belanda selama 350 Tahun dan Jepang selama 3,5 tahun. Berbagai kisruh dan kontradiksi yang terus terjadi selama penjajahan berlangsung sehingga banyak masyarakat Indonesia yang harus mati sia-sia akibat dari penjajahan yang tak berprikemanusiaan ini.

Sekarang Indonesia sudah mulai belajar untuk mencari jati dirinya sendiri, terutama terkait daripada kemerdekaan yang diperoleh dana akan menentukan arah bangsanya kedepan, sehingga merdeka itu bisa di akui sebagai kemenangan yang sah oleh para pelaku dari bangsa yang menjadi aktor besar dalam dunia penjajahan. Dengan adanya  kemerdekaan berarti bangsa dan masyarakatnya sudah mendapatkan kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penjajahan bangsa asing. Tapi apakah Betul Indonesia saat ini sudah berada pada puncaknya kemerdekaan, dengan menikmati sebuah kebebasan yang sudah terumus dengan baik dari makna-makna kemerdekaan itu sendiri.

 

Saya ingin mengajak teman-teman menggambarkan situasi  Indonesia sekarang yang katanya merdeka dari segala hal. Sebelum kita masuk ke pembahasan inti mari kita tarik sebentar ke sejarah kemerdekaan negara Indonesia dimasa penjajahan. Kala itu masyarakat pribumi masih tertatih-tatih untuk bisa bangkit dari keterpurukan dalam bingkai penjajahan yang terstruktur dan tersistem, bagaimana upaya sesama pribumi membentuk suatu tatanan masyarakat yang hidup didalamnya bisa mendapakan hak secara manusiawi yang sebenar-benarnya.

Cikal bakal kemerdekaan indonesia sejarah tidak pernah melupakan bahkan menghilangkan peran anak-anak muda yang memiliki jasa besar dalam mendorong bangsa ini untuk lepas dari jeratan belenggu para penjajah. Dalam sejarah, gerakan kaum muda di awali dari tahun 1908, 1928, 1945, 1966, 1974, 1978, 1998, (https://theconversation.com).

Catatan peran pemuda menunjukan betapa besar jasa dan pengorbanan bagi bangsa ini menjadikan anak-anak muda di era sekarang masih menjadi momok yang menarik ketika berbicara peran pemuda untuk sebuah perjuangan yang besar bagi negeri yang besar, bagaimana tidak dalam kondisi dan situasi apapun bangsa ini tidak pernah terlepas dari pantauan anak-anak muda yang terus mengawal segala bentuk kekurangan sebuah negara dalam mengelola sistem politik, ekonomi, sosial, bahkan budaya bagi masyarakatnya sendiri.

Pecahnya perlawanan yang dahsyat di tahun 1998 saat rezim orde baru ditundukan, membuktikan anak-anak muda untuk bangsa ini tidak pernah main-main, dan itu adalah sebuah pergerakan yang fakta adanya di tanah pribumi ini, dan menunjukan bahwa bangsa ini benar-benar butuh para pemuda yang berani dalam menyuarakan kebenaran dan ketidakadilan.

 

Seiring perkembangan waktu dan jaman, jika berbicara perbedaan indonesia di masa lalu dan masa sekarang jelas memiliki suatu perbedaan yang sangat signifikan, hal itu terlihat dari segala bentuk pembangunan secara fisik dan nonfisik yang terus di genjot oleh negeri garuda ini. Ambisi untuk menjadi sebuah negara yang maju menuntut indonesia harus melakukan segala daya dan upaya bagaimana bisa terlihat menarik dan seksi di mata para negara-negara adidaya.

Dunia telah memberikan pengaruh yang besar dalam revolusi industri indonesia terutama di dalam bidang digital, kenapa harus berbicara digital. Sebab kemajuan bangsa ini tidak terlepas dari inovasi-inovasi baru yang dibuat oleh sekelompok negara untuk menunjang segala bentuk pembangunan yang dibuat menggunakan robot sehingga menjadikan tenaga robot hampir mengalahkan peran manusia didunia pekerjaan, bahkan harus menggeser peran manusia dalam beberapa pekerjaan berat.

Robot dikendalikan dengan teknologi-teknologi yang sangat luar biasa, bahkan orang biasa tidak akan pernah terpikir bahwa beberapa pekerjaan yang mustahil untuk dilakukan tetapi ternyata bisa dilakukan oleh robot-robot yang dikendalikan dengan teknologi-teknologi canggih. Revolusi digital, bagaimana anak-anak muda memposisikan diri untuk mengambil peran dengan pola-pola yang sedikit bergeser dari cara anak-anak muda di masa penjajahan. Jelas sekali bahwa anak-anak muda jaman sekarang dituntut dalam kehidupannya bagaimana segala bentuk aktivitas harus di temani dengan sebuah teknologi, misalnya belajar dan belanja menggunakan android.

Negara tidak membatasi masyarakatnya untuk membuka diri dengan dunia luar, karena yang diharapkan dari hal ini ialah bagaimana anak-anak muda sekarang dituntut untuk bisa bersaing dengan anak-anak muda dari negara lain dalam hal pengetahuan, sains, dan dunia teknologi. Apakah disini bisa dikatakan bahwa indonesia sudah menduduki puncak tertinggi dari kemerdekaan, masih sangat susah untuk disimpulkan, sebab terlihat merdeka tetapi masih dalam suatu jajahan dengan pola yang berbeda.

Mengenai teknologi menyimpan banyak pro dan kontra bagi bangsa ini, kenapa tidak sebab di sisi dampak positif yang ditimbulkan ternyata ada dampak negatif yang tak kalah penting untuk kita perhatikan, teknologi membuat manusia semakin pintar dan cerdas tapi sayang tidak sedikit manusia malah menutup diri dan keasyikan berteman hanya dengan teknologi yang dibuat oleh manusia sendiri, terkhusus di Indonesia tidak sedikit orang tua anak mengeluh akan kehadiran teknologi ponsel pintar yang membuat anak-anak mereka semakin tak terkendalikan, hari-hari mereka hanya dihabiskan dengan hal-hal yang kurang memiliki dampak sosial yang tinggi. Seperti tidak mau berteman diluar, asyik bermain game di kamar sehari-harian, dan bahkan tidak sedikit kasus orang menjadi gila dan meninggal Karena teknologi tersebut.

Jika anak-anak muda Indonesia terus dan berlarut seperti ini maka ini akan menimbulkan dampak yang buruk bagi penerus generasi yang akan datang dalam memimpin masa depan Indonesia. Jika kepedulian dengan orang rumah saja tidak ada apalagi untuk peduli dengan orang lain, itu akan menjadikan kita bangsa yang mundur sehingga negara ini akan mudah dikuasai oleh orang-orang asing yang lebih pintar bagaimana memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada.

 

Hidup merdeka dengan penuh akan kemerdekaan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dicapai, sebagai manusia kita harus belajar dari diri sendiri bagaimana kita bisa memahami makna merdeka itu bukan hanya sekedar di bibir, akan tetapi benar-benar ada dan fakta untuk bisa kita rasakan. Hal ini jelas kita harus berani memulainya dari sebuah keyakinan, kerja keras, dan doa yang tiada henti untuk terus kita panjatkan kepada sang pencipta, selain daripada itu memang hal yang penting dari diri kita ialah sebuah prinsip kehidupan yang mampu menciptakan sebuah nilai-nilai yang diharapkan bisa memberikan energi positif, dalam hal ini jangan sampai kita sebagai manusia memiliki mental pecundang, yang bisanya hanya menikmati hasil dari orang lain tetapi tidak punya daya dan upaya untuk berani mencoba sendiri.

Seseorang yang masih memiliki fisik yang muda, umur yang muda, bahkan jiwa yang muda, sedikitnya pasti memiliki keberanian dalam melakukan segala sesuatu terutama mengenai masa depan hidup yang positif. Hal ini jelas kita berkaca dari para pejuang yang telah mendahului kita. Mereka sebagai para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban tanpa tanda jasa untuk negara ini jelas pada saat itu mereka tidak bisa menikmati hidup yang rileks dan lebih santai seperti kita sekarang. Sebab dimasanya mereka harus berpikir keras bagaimana bisa mengusir para penjajahan yang keji dari tanah pribumi ini, duka yang sangat membekas bagi bangsa ini ialah ketika Tragedi G30/SPKI yang meledak di antara tahun 1965, padahal masa itu kita sudah hampir 20 tahun menikmati hasil dari kemerdekaan yang diproklamirkan oleh presiden pertama yaitu Bungkarno pada 1945 tapi apalah daya ketika bangsa ini masih banyak orang-orang yang memiliki darah pengkhianat maka kemerdekaan hanyalah sebuah nama yang hanya manis dibibir tapi tetaplah pahit di lapangannya.

Sebagai orang yang peduli dan paham akan hal ini mari sama-sama kita mencintai dan menjaga negara ini dengan tindakan yang nyata, banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk dari sikap kecintaan kita terhadap negara dan kemerdekaannya, di moment seperti ini disaat kita merayakan Dirgahayu Republik Indonesia yang Ke – 76 yang masih dalam keadaan Covid-19, kita bisa membuat sebuah program untuk bisa membantu meringankan beban masyarakat khususnya di bidang sandang dan pangan.

Selain itu kita juga bisa membuat sebuah kegiatan-kegiatan sosial lainnya seperti membantu masyarakat dalam mengelola lingkungan agar tetap bersih, mengadakan kegiatan sharing dan diskusi bersama masyarakat terkait segala persoalan yang dihadapi masyarakat, dan hal itu bisa menjadi catatan kita untuk bisa diusulkan dan disarankan kepada para petinggi pemerintahan untuk bisa memperhatikan secara serius terkait masalah-masalah masyarakat dilapangan. Hal-hal tersebut adalah sikap yang ditunjukan kita sebagai upaya dalam mengelola kemerdekaan itu agar tetap terjaga.

 

Penulis: Rahmat Hidayah

Pegiat Literasi

  • Bagikan
Ini terletak pada bagian bawah halaman, sebelum footer