kartini

Peringati Hari Lahir Pancasila, GMNI Untan Serukan Pentingnya Mencamkan Pancasila

  • Bagikan
Dari sebelah kiri Jakaria Jandul (GMNI FISIP Untan dan Tengku Kahharuddin Akbar (GMNI Hukum Untan)

Pontianak, BeritaBorneo.id – Sejak ditetapkannya Keppres No.24 tahun 2016 setiap 1 juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila yakni sebuah konsep yang menjadi dasar negara Republik Indonesia, dasar pemersatu bangsa (Ligatur) sekaligus dasar yang menjadi bintang petunjuk (Leitstar) kearah peradaban bangsa Indonesia yang luhur serta mulia.

 

Hari lahir pancasila menjadi peringatan penting bagi kita, dimana dalam rumusan pancasila bisa kita lihat filosofi dari berbagai isinya meski sudah beberapa kali diubah, hal ini karena belum adanya makna yang sesuai dengan kultur bangsa indonesia yang beragam latar belakangnya.

 

Pancasila merupakan hasil penggalian Bung Karno yang tak ternilai kepada bangsa Indonesia yang baru merdeka. Pancasila menjadi sumber cahaya bagi seluruh bangsa Indonesia dalam membangun suatu peradaban yang Sejahtera atau Sosialis.

 

Dalam kehidupan bangsa, hendaknya Pancasila dijadikan sumber energi sekaligus sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjadi alat pembangun kerukunan bangsa, serta sebagai pandangan hidup sehari-hari bangsa Indonesia.

 

Sebagai dasar, ideologi, dan falsafah bangsa, Pancasila selalu diuji ketahanannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sejak digagas oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 sebagai azas dan landasan negara, Pancasila lantas ikut melalui serta membimbing zaman mulai dari Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, Orde baru, bahkan sampai saat ini di era pasca reformasi 1998. Ini artinya bagiĀ  rezim-ke rezim Pancasila sangat diperlukan untuk menjadi petunjuk dalam menangkal aneka peristiwa yang dihadapi bangsa.

 

Demikian pula pada hari ini, Pancasila kembali diuji ketahanannya dimana salah satu nilai pada Pancasila yakni nilai demokrasi pada sila ke 4 semakin terancam karena adanya berbagai macam ancaman dan tantangan yang kita hadapi mulai dari hadirnya Oligarki yang disinyalir menjadi sebab melemahnya KPK, menjadi sebab disahkannya UU Cipta Kerja yang cilaka hingga menguatnya Radikalisme yang banyak digandrungi masyarakat.

 

Keadaan demikian tentu mengancam segala persatuan dan kesatuan yang telah cukup lama dirajut oleh komponen bangsa sehingga memungkinkan terjadinya sebuah distorsi yang sangat mengkhawatirkan. Padahal, Pancasila sendiri telah disepakati oleh Bapak Bangsa kita sebagai dasar negara yang harus selalu dicamkan isinya, namun kondisi objektif hari ini secara tak langsung seakan-akan kembali mempersoalkan peranan Pancasila.

 

Sebagai konsep yang diadopsi dari budaya, Pancasila merupakan mosaik keberagaman budaya bangsa yang begitu indah walau kerap digugat dan dipersoalkan kembali oleh kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat.

 

Namun walau demikian, kami mengajak pada seluruh pembaca tulisan ini dimanapun ia berada baik dari Sabang sampai Merauke maupun dari Talaud sampai Pulau Rote agar sama-sama kita ciptakan kedamaian, ketentraman , keharmonisan serta sikap plural terhadap sesama manusia Indonesia, sembari terus mengevaluasi diri dengan mencamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila walau bukan pada tanggal 1 juni sekalipun.

 

Harapan kami melalui tulisan ini semoga pembaca dapat mencamkan Pancasila serta menyelaraskan diri dengan tema Hari Lahir Pancasila 2021 yakni “Pancasila Dalam Tindakan, Bersatu Untuk Indonesia Tangguh!” karena kami meyakini bahwa hanya dengan berpedomankan pada Pancasila maka rakyat Indonesia dapat menciptakan suatu Negara Indonesia modern yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

 

 

Penulis : Jakaria Jandul (GMNI FISIP Untan dan Tengku Kahharuddin Akbar (GMNI Hukum Untan).

  • Bagikan
Ini terletak pada bagian bawah halaman, sebelum footer