Pengurus HIMSANIYAH: Tinggalkan Rebahan, Ciptakan Perubahan!

PONTIANAK, BERITABORNEO.ID – Pengurus Himpunan Mahasiswa Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah (HIMSANIYAH) mengadakan sharing session bersama mahasiswa baru yang berasal dari Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Al-Khaliliyah bertempat di Warkop Upgrade Jl. Letjen Suprapto Pontianak, Senin (19/09).

Hadir sebagai pemantik diskusi, Fathur Razi S.Sos, alumni Raudlatul Ulum Al-Khliliyah yang sudah menyelesaikan pendidikan S1 pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Fathur Razi meyakinkan, sharing session yang diadakan oleh pengurus HIMSANIYAH ini, selain untuk berdiskusi dan memperoleh ilmu baru juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa persaudaraan sesama alumni Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah.

Dengan begitu, antar sesama alumni bisa saling merangkul satu sama lain, serta memiliki ide-ide kreatif untuk menciptakan sebuah perubahan-perubahan baru, apalagi bisa mengharumkan Yayasan Raudhatul Ulum Al-Khaliliyah tercinta.

Mantan Ketua PMII Kota Pontianak ini mengingatkan agar para mahasiswa aktif melakukan perubahan, bukan malah rebahan.

“Sebagai mahasiswa agen perubahan harus bisa berpikir bagaimana cara mengambil tindakan untuk menciptakan sebuah perubahan, terlebih di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka harus bijak dalam bermedia sosial, salah satunya ialah tetap eksis dan berkontruksi di media sosial dengan hal-hal yang lebih positif”, tegas pria yang akrab disapa Oji ini.

“Jangan malah jadi kaum rebahan. Rebahan bukan hanya sekedar tidur saja, akan tetapi bermalas-malasan dan tidak memanfaatkan waktu dengan baik itu juga termasuk rebahan”, imbuhnya.

Fathrrazi menyampaikan demikian, agar mahasiswa bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan lebih produktif.

Bahkan Fathurrazi memberikan dua tips agar tidak bermalas-malasan. Yang pertama, banyak bergaul, karena orang yang banyak bergaul akan terus berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain sehingga memperoleh informasi yang bisa mendatangkan sebuah perubahan. Yang kedua, perbanyak berkumpul untuk melakukan diskusi. Karena menurutnya perubahan harus diwujudkan dalam tindakan.

“Untuk menciptakan sebuah perubahan tidak cukup dengan angan, melainkan harus diimbangi dengan tindakan,” tutupnya.

 

 

***