Perbedaan IPO VS ICO VS ITO

Aristyo Hadikusuma, M.T Penulis dosen telkom university, direktur PT Otinesia, staff ahli dinas ketahanan pangan Provinsi Jabar.

Jabar || Beritaborneo.id Pada era saat ini terdapat pergeseran modern akan habits dari beberapa manusia untuk berinvestasi. hal itu disebabkan terjadinya era baru yang pernah disebutkan diartikel sebelum nya . bagi yang belum baca, cek artikel sebelah dulu yaa. Revolution Industrial 4.0

Bagi anda sudah tidak asing lagi mendengar, What’s the IPO? IPO (Initial Public Offering ) adalah sebuah penawaran kepemilikan saham perusahaan kepada publik atau masyarakat untuk menggalang dana dengan tujuan menambah dana untuk ekspansi sebuah bisnisnya.

Jika perusahaan telah melakukan IPO maka secara langsung perusahaan tersebut dapat disebut dengan perusahaan milik publik.

Semua laporan keuangan dilakukan serta saham yang ditawarkan menjadi milik publik. masyarakat dapat berkontribusi dan menanamkan dana nya untuk memiliki saham minoritas yang ditawarkan.

Perusahaan hendak melakukan IPO maka ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sesuai BAPEPAM-LK. pada umumnya perusahaan menawarkan kepemilikan perusahaan 10%-30% kepada publik.

Masuk akan era Revolution Industrial 4.0 banyakk sekali model bisnis yang bertebaran di dunia digital. Contohnya dunia teknologi Blockchain.

What’s ICO (Initial Coin Offering) adalah pengalangan dana yang ditawarkan kepada publik untuk membangun platform aplikasi berbasis blockchain. contohnya implementasi crytocurrency, smart contract dan smart ledger.

Tidak seperti IPO yang memiliki regulasi dan aturan yang sangat komplek yang harus dipenuhi perusahaan yang berkaitan, ICO lebih tepatnya pengalangan dana seperti Kickstarter, KitaBisa.com dan lain-lain yang cenderung tidak memiliki regulasi yang kuat.

Sedangkan What’s ITO (Initial Token Offering) kurang lebih seperti penjelasan diatas, hanya berbeda akan penawaran.

Token dibuat diatas blockchain lain untuk mendukung smart contract. Berikut beberapa Koin yang sudah ditawarkan ke publik sebagai berikut :
1. Bitcoin
2. Xrp
3. Ethereum
4. Bitcoin Cash
5. Bytecoin
6. Icon

Masih banyak lagi, dapat dicek Market Cap
Berikut beberapa Token yang sudah ditawarkan ke publik sebagai berikut:
1. Tether
2. Bitcoin Coin
3. USD Coin
4. Maker
5. Holo
6. Dan masih banyak lagi, dapat dicek MarketCap.

Baca Juga:  Danrem 121/Abw Akan Pimpin Langsung Pemakaman Alm. Serda Ambrosius

Indonesia juga tidak mau kalah akan teknologi maju ini. Ada beberapa startup atau perusahaan yang bergelut akan teknologi blockchain ini. Berikut perusahaan atau startup yang telah menawarkan koin/tokennya kepada publik.

HaraToken adalah perusahaan berbasis blockchain asal indonesia yang berfokus akan dunia pertanian yang berfokus menjadi marketplace antara data dan penggunaan data. HaraToken ini dipublikasikan dengan nama HART.

HaraToken pertama kali ICO tanggal 21 januari 2019 sampai 30 januari 2019 dengan harga awal (0.0341 USD = 1.0 HART). Total Hart sekitar 1,200,000,000 dan sekitar 30% dari total tersebut dilempar ke publik atau ICO(Initial Coin Offering). The good news is the Hart sold out.

Penulis: Dosen Telkom University,

Direktur PT Otinesia, staff ahli Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jabar.

Penulis: Kontributor : Aristyo Hadikusuma, M.TEditor: Hedi