Selamat Hari Natal dan Tahun Baru

Pimpinan Pusat IPNU : Kader IPNU dan IPPNU Harus Cerdas, Kreatif dan Inovatif 

  • Bagikan
Pimpinan Pusat IPNU : kader IPNU dan IPPNU harus Cerdas, Kreatif dan Inovatif 

Pontianak, Beritaborneo.id Kembali rajut silaturahim antar kader Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Mampawah menggelar Follow Up dan Buka bersama, di kediaman bendahara Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Mempawah, yakni Rekanita Rika (26/04)

Kegiatan yang bertemakan “Cerdas, Kreatif, Inovatif dan Berhaluan Aswaja (CERIA) ini digelar dalam rangka Follow Up pertama. Follow up ini sebagai bentuk tindak lanjut dari Latihan Kader Muda (LAKMUD) 2021 pada bulan Maret lalu. Mengingat kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan maka dirangkai dengan Buka Bersama dan Doa bagi tentara Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang gugur dalam bertugas.

Kesempatan kali ini, di hadiri ole Salihin selaku Pimpinan Pusat IPNU dan sebagai Pemateri, Pimpinan Cabang IPNU Mempawah, Rekan Haris Rosi, dan Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Mempawah, Rekanita Nursieh beserta jajaran dan diikuti sekitar 20 orang peserta.

Pimpinan Cabang Mempawah, Rekan Haris Rosi, mengatakan dalam sambutannya ” Kita sebagai kader harus mencintai IPNU IPPNU, ketika kalian cinta seperti apapun bagaimanapun dan dimanapun saya pustikan pasti ada di situ (ikut kegiatan) karena rasa mencintai IPNU IPPNU sebagai organisasi kita dan wadah kita” Ungkap beliau.

Selanjutnya, Salihin, selaku PP IPNU, mengatakan kader IPNU dan IPPNU harus Cerdas Kreatif Inovatif dan berhaluan Aswaja. Orang cerdas artinya hatinya tulus mampu bersikap bijaksana dan cerdas itu digali dari pengalaman,sambungnya

Dimana, kader IPNU dan IPPNU harus Kreatif berfikir yakni melakukan sesuatu yang belum pernah ada, mampu mempola sesuatu menjadi lebih indah. Sedangkan Inovatif, artinya mengadakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, menciptakan sesuatu yang baru. akhir. Terakhir, Kader IPPNU dan IPPNU harus Berhaluan Aswaja, harus mampu berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat, tidak memandang ras, suku dan agama, terang Salihin yang juga Aktivis PMII.

“Kader IPNU dan IPPNU harus saling menghargai dan Uswatun Hasanah serta harus mampu bertahan hidup kapanpun, dimana pun dan dengan siapapun,” pungkas Salihin.

Red

  • Bagikan
Ini terletak pada bagian bawah halaman, sebelum footer