Polemik Muswil KKSS Di Kendari, Ketum KMPB Muliadi Menduga Adanya Oknum Sengaja Mengganggu Kondusifitas Muswil

Polemik Muswil KKSS Di Kendari, Ketum KMPB Muliadi Menduga Adanya Oknum Sengaja Mengganggu Kondusifitas Muswil
Polemik Muswil KKSS Di Kendari, Ketum KMPB Muliadi Menduga Adanya Oknum Sengaja Mengganggu Kondusifitas Muswil

Sulawesi Tenggara, Beritaborneo.id – Polemik Musyawarah Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di kota kendari berbuntut Panjang, hal tersebut disoroti Ketua Umum Kerukunan Mahasiswa Pelajar Bone (KMPB), Muliadi. (30/3)

Pasalnya adanya oknum-oknum yang di duga dengan sengaja melakukan tindakan yang menganggu kondusitifas jalannya musyawarah di arena Muswil.

Mulai dari tahap pendaftran, panitia dan Steringg comite selalu mendapat sorotan dari oknum oknum yang di duga punya kepentingan untuk meloloskan kandidat tertentu sampai hal-hal yang tidak krusial di besar-besarkan di sosial media yang mencoreng nama baik organisasi kita ini.

“Ada Oknum oknum tertentu yang mencoba memainkan skema yang bisa dianggap sangat licik sampai membawa hal hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelaksanaan Muswil hingga mencoreng nama baik organisasi,” ungkap Muliadi.

Muliadi sapaan akrab Dg.Ucu ketua umum Kerukunan Mahasiswa Pelajar Bone sangat mengapresiasi langka-langka panitia Muswil KKSS yang ke V di kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Secara kelembagaan Muliadi memberikan himbauan kepada para peserta muswil maupun pengurus KKSS, “kami menghimbau panitia untuk tegas memberikan sanksi kepada peserta muswil yang mengancam kondusifitas berjalan nya musyawarah wilayah di kota kendari dengan mengeluarkan oknum tersebut dari kepesertaan panitia”, kata Muliadi.

Ketua Umum KMPB Muliadi menyayangkan yakni adanya beberapa element yang melakukan unjuk rasa yang dilakukan dengan sengaja di depan Hotel Same.

“Apalagi kemarin adanya beberapa element yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Same yang dengan sengaja memojokkan salah satu kandidat di muswil ini ,sehigga kesimpulan kami bahwa muswil KKSS ini sudah tidak berjalan normal dan jauh dari cara-cara yang beradab dan bermartabat yang mencidrai nilai-nilai kekeluargan di tubuh KKSS yang kita banggakan ini,” tegasnya.

Muliadi atau Dg ucu juga menambahkan,”kami meminta kepada panitia segera menelusuri Aktor Intelektual/otak busuk dan kotor dari aksi tersebut ,jikalau itu benar di mobilisasi oleh oknum kandidat maupun tim dari kandidat tertentu .maka panitia harus mengambil suatu tindakan tegas dengan mencoret/blaclist oknum kandidat tersebut dari daftar calon ketua KKSS Provinsi Sulawesi tenggara”,tegasnya.

Terakhir, Muliadi memperjelas,”Mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge” Artinya (Saling mendamparkan jika hanyut, saling mengangkat jika jatuh, saling mengingatkan jika keliru). Filosofi itu lah yang kemudian membesarkan dan membuat warga sul-sel sukses di tanah rantau . Sehingga, Kami berharap polemik ini segerah berakhir, harus ada rekonsliasi atau Tudang sipulung kedua calon yang sementara berkompetisi . Harus ada yang berjiwa kesatria untuk mengudurkan diri dari pencalonan ini agar tidak terjadi konflik berkepanjangan yang mengakibatkan kerugian materil kepada kita semua”, tutupnya.