Selamat Hari Natal dan Tahun Baru

Ponpes Nurul Alamiyah Gelar Upacara Hari Santri

  • Bagikan

Mempawah, Beritaborneo.idPondok Pesantren Nurul Alamiyah gelar upacara di Hari Santri Nasional (HSN) di Halaman Pondok.

Sebelumnya, hari santri ini berawal dari KH. Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad NU pada 22 Oktober 1945.

Dimana pada tahun 1943 KH. Muhammad Hasyim Asy’ari membuat kesepakatan diplomatik dengan Jepang untuk melatih santri.

Yang pada waktu itu disebut Laskar Hisbullah. Laskar Hisbullah dibuat untuk menghadapi agresi militer Belanda.

Mengingat Santri pada waktu itu memiliki peran dan pengaruh besar terhadap kemerdekaan, maka melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional (HSN).

Hari santri nasional (HSN)  ditetapkan pada 22 Oktober 2015 oleh Presiden Jokowi Dodo 2015 lalu.

Tidak sedikit Pondok Pesantren di Indonesia merayakan Hari Santri Nasional, salah satunya Pondok Pesantren Nurul Alamiyah Di Dusun Palawija, Jalan Simpang Empat, Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah.

Perayaan tersebut dirayakan dengan Upacara Bendera Merah Putih dan dihadiri oleh ratusan Santri dan Warga Dusun Palawija.

Dimana, acara upacara bendera Merah Putih yang dimulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 09:30 WIB.

Selain itu, dilanjutkan dengan arak-arakan dari halaman Pondok Pesantren sampai sekitar Jl. Simpang Empat sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars NU dan Sholawat.

Seluruh peserta merayakannya dengan hikmat.

Peserta laki-laki dengan ciri khas ke NU-an nya memakai sarung, kopiah, dan kemeja kokoh putih.

Sedangkan perempuan memakai kain, kerudung merah dan kemeja putih.

Para peserta yang di arak selesai upacara sambil memegang bendera Merah Putih, Bersholawat, Menyanyi Indonesia Raya, dan Mars NU.

Bukan hanya itu saja, perayaan tersebut dibuat semeriah mungkin dan diisi dengan penampilan bak hantu-hantu khas Indonesia, seperti Pocong, Kuntilanak, Tuyul, Gendruwo.

Menurut salah satu  Santri Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Adik menyampaikan, digelarnya hari Santri disini merupakan salah satu wujud kontribusi Santri disini mengenang para pendahulu yang telah berjuang dan meninggal untuk NKRI.

Demikian, lanjut adik, pula ini merupakan momentum para santri disini bahwa Pondok Pesantren juga memiliki kontribusi untuk membentuk muda-mudi yang Berakhlakul Karimah.

“Konsep ala hantu dengan mempertontonkan kepada masyarakat disini secara tidak langsung ingin menyampaikan kepada santri dan masyarakat umum bahwa kita harus ingat mati dan berbuat baik serta melaksanakan kewajiban sebagai Ummat Islam melaksanakan ibadah yang telah diperintahkan oleh Agama Islam, tetur Adik,” (22/10).

Diwaktu yang sama, salah satu warga Dusun Palawija, Salam menuturkan, “ini kegiatan bagus dan tidak ada masalah justru ini merupakan kreatifitas Santri disini yang sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat disini, ” Jelasnya.

“Tidak hanya itu, kegiatan seperti ini harus terus diselenggarakan dan masyarakat disini juga senang dengan adanya kegiatan seperti ini,” Tambah Salam.

Tidak lupa pula, para santri dan masyarakat yang ikut hadir di kegiatan tersebut diwajibkan dan telah mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yang berlaku.

  • Bagikan
Ini terletak pada bagian bawah halaman, sebelum footer