Rumah Diskusi Kalbar Gelar Dialog Publik, Akademisi dan Anggota DPRD Pontianak Dukung Pemerintah Terapkan E-Parking

Foto Bersama Pasca Dialog Publik Pengurus Rumah Diskusi Kalbar bersama Pemateri dan Peserta.

Pontianak, Beritaborneo.id – Jaringan Rumah Diskusi Kalimantan Barat bersama Akademisi dan Anggota DPRD Kota Pontianak mendukung penuh adanya E-Parking di Kota Pontianak.

Melalui kegiatan Dialog Publik yang diselenggarakan oleh Jaringan Rumah Diskusi Kalimantan Barat, yang mengundang Akademisi IAIN Pontianak, Rasiam, S.Ei, M.A, Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi, S.Ag, M.LAP, M.Sos, dan Dinas Perhubungan Kota Pontianak selaku unsur pelaksana Pemerintah Kota Pontianak, Heru Puji Utomo mendukung adanya E-Parking di Kota Pontianak.

Diskusi Publik tersebut bertajuk “Apakah Relevan E-parking di Kota Pontianak.” Jum’at (21/012022) di Cafe Al Capone Pontianak.

Zulfikri Ketua Bidang Kajian Sosial dan Ekonomi mengatakan, “Melalui diskusi ini Jaringan Rumah Diskusi Kalimantan Barat mendorong penuh agar Dinas Perhubungan dan Pemerintah terkait cepat dalam penetapan E-Parking di kota Pontianak.” Ungkapnya.

Selain itu, Heru Puji Utomo selaku Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan Kota Pontianak pada saat mengisi Diskusi Publik juga mengatakan hal yang sama dengan Jaringan Rumah Diskusi,  “E-Parking di Kota Pontianak akan segera diusahakan realisasinya dan sedang dalam proses pengkajian.” Kata Heru.

Selanjutnya, Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi, S.Ag, M.LAP, M.Sos. yang juga menjadi pemateri pada diskusi itu juga mendukung adanya E-parking ini diterapkan di kota Pontianak.

Menurut Yandi, dirinya sebagai Anggota DPRD Kota Pontianak mendesak agar Dinas Perhubungan untuk segera menerapkan E-parking tersebut.

“E-parking ini ingin diterapkan, sistemnya harus siap. Selain sistem e-parking, sumber daya manusia juga harus disiapkan. Harus ada edukasi dan sosialisasi ke masyarakat jika E-parking ini diterapkan.” Jelas Yandi”

Terakhir, salah satu pemateri dari Akademisi IAIN Pontianak, Rasiam, S.Ei, M.A, menurutunya pemerintah atau masyarakat kota pontianak harus punya pandangan kedepan tentang masa depan Kota Pontianak. Ia mengatakan bahwa beberapa tahun kedepan Kota Pontianak pasti akan menjadi lebih padat.

“Jika parkir-parkir liar yang sering kita temui ditepi jalan tidak ditertibkan, maka jalanan akan semakin lebih sempit. Untuk itu harus ada gedung-gedung yang dibuat khusus untuk lahan parkir.” tuturnya.

Lebih lanjut, Rasiam menjelaskan, bahwa dengan adanya digitalisasi transaksi parkir elektronik  ini mengharuskan agar semua transaksi parkir baik parkir di area parkir kawasan, gedung, maupun area parkir bahu jalan sudah dapat dilakukan secara digital atau non-tunai. Selain lebih praktis metode ini juga dapat meminimalisir terjadinya kebocoran pungutan parkir liar.

Hal ini, lanjut Rasiam, tentu bermanfaat kepada daerah, yakni agar pendapatan pengelola atau pun pemerintah daerah setempat pun dapat lebih dimaksimalkan, sehingga melalui retribusi E-parking di Kota Pontianak dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.