Sebelum Buka Cafe, Ini Yang Harus Dipelajari-Terutama Karyawan 

Sebelum Buka Cafe, Ini Yang Harus Dipelajari-Terutama Karyawan . Sumber: Lovepik

Beritaborneo.id – Era modern, semua orang pada sering nongkrong dan nimbrung-nimbrung di caffe atau Warung Kopi (Warkop).

Tak pelak kita seringkali melihat muda-mudi nongkrong hanya untuk ngopi atau hanya untuk ngobrol basa-basi, atau reunian bareng teman-teman.

Dunia perkopian sangat disenangi dan disukai oleh siapapun, saat ini. Indonesia dengan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Hal ini menjadi salah satu aset bagi anak muda. Anak muda yang kreatif akan mengambil kesempatan membuka usaha di dunia perkopian.

Jika kita telaah lebih mendalam, Head Of Marketing PT Toffin Indonesia, Ario Fajar, menyampaikan bahwa prospek kedai kopi di Indonesia bisa naik 10-15 persen. Dalam tiga tahun terakhir kedai kopi meningkat tiga kali lipat, yakni dari 1.83 outlet menjadi 3.000 outlet pada akhir 2019, dikutip dari beritasatu.com (18/10/21).

Lagi-lagi dunia perkopian memang harus terus menerus digeluti, sebab dunia perkopian saat ini menjadi salah satu solusi muda-mudi untuk meningkatkan pendapatan pribadi dan negara.

Akan tetapi, membuka usaha perkopian atau caffe atau kedai kopi tetap harus kita pikirkan matang-matang.

Daya saing yang begitu tinggi, tentunya harus saling memberikan kualitas dan nilai jual yang maksimal sebagai salah satu cara mendapatkan pengunjung yang lebih ramai.

Usut punya usut, banyak dari kita buka usaha kedai kopi atau caffe sembarangan dan asal buka saja. Tanpa melihat kebersihan dan keultean karyawan.

Pernahkah kita berpikir, bahwa salah satu cara mendatangkan pengunjung agar kedai kopi kita ramai yakni menjaga kebersihan. Tapi hal ini sering dilupakan oleh owner dan karyawannya.

Di Indonesia, rata-rata kedai kopi atau caffe tidak memiliki sertifikasi kualifikasi kelayakan sebagai karyawan.

Bisa kita lihat sendiri bukan, bahwa setiap owner caffe atau kedai kopi seringkali merekrut karyawan sembarangan.

Setiap orang pasti memiliki pengalaman yang kurang enak ketika lagi ngopi di caffe atau kedai kopi. Lantas apa saja yang sering kita temui kejadian di caffe atau kedai kopi.

  1. Sembarangan Menggaruk Tubuh

Tidak jarang sering kita temukan karyawan melakukan tindakan menggaruk tubuh yang gatal di depan pengunjung, sebagian besar pasti sudah pernah melihatnya kan. Terutama yang sering nongkrong di kedai kopi. Mungkin ini remeh, tapi jangan salah, kalau prilaku seperti ini akan membuat pengunjung ilfil.

Terlebih lagi, ketika sudah menggaruk tubuhnya karyawan tersebut tidak mencuci tangan. Ngeselin banget, tentunya.

  1. Sembarangan Membetulkan Rambut Terurai

Lagi dan lagi pasti pernah kita temui di dunia perkopian. Dimana karyawan asal-asalan melakukan tindakan buruk membetulkan rambut terurai. Kebayang kan, sering juga kita temui rambut ada di minuman atau makanan. Ini salah satu efek dari prilaku membetulkan rambut semabarangan.

  1. Sembarangan membetulkan pakaian
Baca Juga:  Bangun Masjid Syaichona Cholil, DPP Yakorma Lakukan Peletakan Batu Pertama

Prilaku membetulkan pakaian di depan umum yang dilakukan karyawan sudah seringkali terjadi. Mulai dari celana yang kedodoran, baju yang kebuka, kerudung yang sering kedodoran, dan lain-lain. persoalan seperti receh, hanya saja efeknya sangat buruk pada usaha anda, pengunjung bisa pulang lebih awal, pengunjung bisa hanya sekali datang dan lain sebagainya.

  1. Sembarangan berdandan

Perlu kita pahami, bahwa alat kosmetik memiliki berbagai kandungan zat, baik itu zat kimia yang berbahaya dan lain sebagainya. Dan hal ini perlu kita jaga, dimana karyawan sering kali melakukan prilaku ini di depan pengunjung.

  1. Tidak komunikatif

Komunikatif merupakan salah satu syarat seseorang untuk berkerja, apalagi sebagai karyawan. Komunikatif adalah suatu tindakan seseorang yang mudah bergaul, mudah berbicara, atau bisa dikatakan ramah pada pengunjung. Jika karyawan pendiam, berusahalah untuk bisa menyediakan komunikasi yang baik dengan pengunjung.

Beberapa unsur di persoalan di atas seharusnya tidak dilakukan. Bukan karna kedai kopinya kelas elite atau kelas bawah, melainkan sebagai upaya untuk mendatangkan pengunjung agar ramai dan juga memberikan kenyamanan untuk bersama.

Untuk mengatasi prilaku negatif di atas agar tidak dilakukan, perlunya owner atau pemiliki kedai kopi memberikan penjelasan dan juga bimbingan terlebih dahulu kepada setiap karyawan yang akan berkerja. Lantas apa saja yang dilakukan? Berikut penulis berikan saran.

  1. Karyawan Cuci Tangan Sebelum Berkerja

Pastinya, kita tidak pernah sadar bahwa sebelum melakukan sesuatu atau mengambil atau mengangkat sesuatu seperti minuman, makanan dan lain sebagainya penting untuk mencuci tangan. ini bukan soal tempat kedai kopinya, tetapi ini bagian dari pelayanan kepada pengunjung.

Kita tidak pernah tahu seseorang habis ngapain dan habis melakukan apa. Agar sebagai antisipasi menjaga kesehatan yakni kebersihan tangan harus di utamakan. Tangan melakukan berbagai aktifitas, jadi seendaknya kita harus mencuci tangan, lebih sering lebih baik.

  1. Pakai Kaos Tangan

Kaos tangan salah satu solusi jika karyawan tidak sempat untuk mencuci tangan atau malas untuk mencuci tangan. kaos tangan ini berfairasi, bisa saja yang terbuat dari pelastik atau dari karet. ini salah satu bagian dari upaya seseorang untuk memberikan kenyaman kepada pengunjung atau konsumen.

  1. Berpakaian Yang Rapi

Siapa yang tidak menyukai orang yang berpakaian rapi. Semua orang pasti menyukainya. Berpakaian rapai berfariasi, tidak harus memakai kemeja atau jas (jika tempatnya outdor), bisa saja memakai kaos dan juga memakai apron celemek sebagai bentuk kerapiannya. Tapi, jika tidak mau terlalu banyak mengeluarkan biaya bisa menggunakan kostum yang sama dan lain sebagainya, asalkan rapi saja.

  1. Celana Harus memakai ikat pinggang (jika ada)
Baca Juga:  HUT RI Ke-76 Tahun 2021 Kodim 1207/Pontianak Laksanakan Bakti Sosial Dharma Pertiwi

Apakah iya celana menjadi persoalan ketika lagi berkerja di kedai kopi atau caffe? Sudah sering kita temui karyawan yang dikit-dikit naikkan celananya karena melorot. Bukan kah begitu, celana harus di ikat karena supaya tidak melorot. Jika kita lagi berkerja dan melayani pengunjung lalu celananya sering melorot sudah tentu harus dibetulkan. Ini akan menggangu kenyamanan pengunjung dan juga membuat orang jijik jika tangannya habis memegang celana, apalagi tidak cuci tangan setelah itu.

  1. Rambut Harus Rapi (ikat atau potong rapi)

Sesuatu yang membuat orang jijik yakni rambut karyawan yang berantakan dan tidak jarang kita temui. Belum lagi, resiko jika rambut berantakan dan terurai yakni minuman atau makanan sering ada rambutnya.

Rambut harus rapi ini bukan soal laki-laki atau perempuan, melainkan hanya sebagai upaya memberikan kenyamanan kepada pengunjung agar sesuatu yang tidak di inginkan tidak terjadi.

  1. Sedikan Pendingin (Kipas Angin tau AC)

Siapa yang mau kepanasan atau berkeringat ketika lagi kerja atau pengunjung lagi nongkrong. Keringat merupakan air yang keluar dari dalam tubuh. Dan jika ini terjadi, akan menghasilkan bau yang kurang sedap. Sehingga orang akan malas untuk ngopi di tempat tersebut.

Pendingin bukan hanya bermanfaat untuk pengunjung, tetapi juga karyawan dan orang yang ada tempat tersebut.

Kebayang, jika tidak ada pendinginnya, karyawan akan mengeluarkan keringat dan sembarangan mentes dan bau. Ini sangat menjijikkan, apalagi baunya sampai kemana-kemana.

  1. Sedikan Pewangi

Pewangi merupakan sesuatu yang akan memberikan kenyamanan kepada pengunjung atau orang yang ada di caffe atau kedai kopi. Pewangi sebagai sarana memberikan kenyamanan. Kita tidak tahu bahwa caffe atau kedai kopi banyak yang berbagai macam bau, terutama dari wc atau dapur tempat pembuangan sampah masakan.

  1. Sediakan Pewangi Di WC / Pendingin

Wc merupakan tempat pembuangan kotorang manusia. Sehingga memberikan bau yang tidak enak. Bukan satu atau dua tempat sering kita temui melainkan banyak owner yang tidak memperhatikan ini dengan sering. Sebagai solusinya yakni sediakan pewangi dan pendingin supaya bau yang tidak sedap tadi hilang.

Penulis: Muhammad HotipEditor: Hedi