Start Kampanye Pilpres 2024

Start Kampanye Pilpres 2024. Sumber: sindonews.com

Beritaborneo.id – 2024 mendatang akan diprediksi menjadi pertaruhan bagi masa depan NKRI, karena akan menjadi peristiwa pergantian nahkoda baru, apakah akan menjadi lebih baik atau mungkin sebaliknya. Siapa dan diantarkan oleh perahu warna apa nahkoda baru itu, yang pasti masing-masing perahu mulai dari merah, kuning, hijau, biru (MEJIKUHIBINIU) sudah memulai Start Kampanye Pilpres 2024 untuk menaikan elektabilitas calonnya masing-masing sejak dini.

 

Ya, meskipun Pilpres 2024 masih tiga tahun lagi, tapi gempa gempitanya sudah terasa menyerua keseluruh pelosok negeri, pembicaraan soal Pilpres 2024 mulai mengemuka, seiring munculnya nama-nama potensial dari berbagai lembaga survei. Seperti kata Lembaga Poltracking Indonesia memunculkan tiga nama utama yang dinilai publik cocok maju calon presiden (capres) 2024. Nama tertinggi yang muncul adalah Ganjar Pranowo dengan 18,2 persen, lalu Prabowo Subianto dengan 17,1 persen dan Anies Baswedan dengan 10,2 persen.

 

Berbagai calon sedang gencar mempersiapkan diri dan masing-masing sudah memulai  dari sekarang (Start Kampanye). Mengutip dari detik.com partai politik kepala burung Garuda dan sapi merah mengukuhkan diri untuk berkoalisi dengan mengusung Prabowo serta Puan Maharani sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan dikubu partai bintang mercy diprediksi akan berkoalisi dengan partai matahari terbit untuk mengusung Anies Baswedan serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden dan wakil presiden.

 

Diantara kandidat calon diatas, menurut para relawan Jokowi bukanlah sosok yang lebih baik dari Jokowi dan seperti yang kita ketahui Ganjar Pranowo tidak dilirik sama sekali oleh partai sapi merah, namun lebih condong untuk mencalonkan Puan Maharani ketimbang Ganjar Pranowo. Adapun Ganjar Pranowo sendiri ada kabarnya kini telah dilirik serta dilamar oleh partai pohon beringin untuk dipasangkan dengan Erlangga Hartanto. Partai pohon beringin ini menyatakan partainya terbuka untuk mencalonkan Ganjar pada Pilpres 2024 bila tidak dicalonkan oleh partai sapi merah. Tetapi, menurut prediksi saya Ganjar Pranowo akan ditempatkan sebagai wakil calon Presiden.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Yakini MotoGP 2022 Dongkrak Kinerja UMKM di NTB

 

“Nanti kalau misalnya Ganjar tidak mendapat tempat di partainya, ada Golkar terbuka. Apakah nomor satu atau nomor dua, itu soal nanti, kan Pak Airlangga tidak mungkin maju sendiri, pasti ada wakil,” kata Nurdin Halid (Wakil Ketua Umum Partai Golkar) yang dikutip dari newssetup.kontan.co.id pada Senin, 13 Desember 2021.

 

Adapun untuk Puan Maharani, memang sepertinya putri Megawati tersebut, sangat ambisius untuk mencalonkan diri sebagai pengganti Jokowi. Pasalnya, seperti yang terlihat akhir-akhir ini perahu yang disebut Abu Semar sebagai partai sapi merah itu banyak sekali memasang baliho-baliho, pamflet, serta spanduk yang bertebaran di tempat-tempat publik untuk mengangkat elektabilitas Puan Maharani, dan saya rasa bukan hanya Puan saja yang melakukan hal tersebut, ada AHY dengan partai bintang mercy, Erlangga Hartanto dari partai pohon beringin serta Cak Imin (Muhaimin Iskandar) dari partai lebahnya, mereka berlomba-lomba memasang baliho-baliho di banyak tempat strategis.

 

Dari hasil pengamatan rakyat jelata Puan Maharanilah yang paling banyak memang memasang baliho-baliho raksasa tersebut, tetapi ini mungkin bisa saja berbeda untuk tempat dan kota lain. Dan analisanya, dari sini semakin jelas, bahwa partai sapi merah sedang memoles habis-habisan untuk Puan Maharani agar lebih kinclong pada saatnya nanti. Yah, ini adalah partai sapi merah, tapi menurut pandangan saya, apa yang dinamakan sebagai pencurian start Kampanye Pilpres 2024 ini adalah manufer yang belum waktunya dan sangatlah tidak etis dikala semua orang sibuk berperang melawan pandemi, mereka malah sibuk memikirkan strateginya untuk tahun 2024 dengan memasang baliho-baliho yang segede gabar dan tentunya dengan biaya yang tidak murah.

 

Empati mereka yang katanya partainya memihak kepada wongcilik, namun seperti tidak berpihak kepada rakyat kecil. Mereka lebih rela menghamburkan uang untuk kepentingan politiknya dari pada kepentingan rakyat. Mereka berlomba-lomba meminta dukungan rakyat, tetapi tidak punya empati kepada rakyat. Namun, meskipun demikian, masih banyak suara yang menginginkan Jokowi tiga periode, walaupun banyak kalangan memprediksi bahwa keinginan masyarakat untuk Jokowi tiga periode hanyalah fatamorgana, yaitu keinginan rakyat kecil yang bukan sebagai apa-apa. Memang benar, dengan tidak adanya dukungan di lembaga legislatif, rasanya memang sangat sulit mengubah atau mengamandemen undang-undang 1945, supaya menambah periode itu menjadi tiga periode.

Baca Juga:  IKBM dan MABM Kota Pontianak, Siap Kolaborasi Program Sosial Masyarakat

 

Para relawan Jokowi kebanyakan akhirnya berharap kepada Ganjar Pranowo untuk bisa menggantikan Jokowi kelak di tahun 2024. Tapi ini pun juga tidak mudah, karena partai PDIP sendiri sepertinya tidak ingin Ganjar Pranowo yang notabene adalah kader setia mereka dicalonkan sebagai kandidat, bahkan PDIP cenderung menjegal Ganjar Pranowo.  Pada kandidat calon di atas memang yang paling mumpuni menggantikan Jokowi adalah Ganjar Pranowo, tetapi entahlah, bagi para relawannya sepertinya akan tetap sabar menunggu keputusan Jokowi dan mengandaikan Jokowi mau membuat Partai sendiri. Namun, kabarnya partai baru itu sudah ada dan katanya partai baru bernama Partai Indonesia Kerja (Pika) tersebut didirikan oleh para pendukung Presiden Joko Widodo dari seluruh Indonesia sejak 1 Juni 2016. Namun, partai ini tidak terbentuk atas nama relawan Jokowi.

 

Terlepas Start Kampanye Pilpres 2024 ini menjadi penentu kemenangan calon atau tidak, yang pasti Pilpres 2024 akan tetap menjadi pertaruhan bagi masa depan NKRI dibawah nahkoda baru. Dari perahu manapun dan dari warna apapun semoga siapapun yang akan terpilih nanti tetap komitmen dan amanah dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yaitu masyarakat yang adil makmur dan sejahtera. Namun, apakah NKRI masih akan tetap utuh seperti saat ini ataukah nanti menjadi hancur berkeping-keping, seperti pesimis kita dulu bahwa Indonesia akan hancur di tahun 2030, wallahualambisowab ….. Bagaimana pendapat anda,?