Terlalu berat dengan dunia, kembalilah ke Tuhan-Nya

Beritaborneo.id- Dunia saat ini terasa sangat berat. Tapi dengan ini semua makhluk hidup berusah ingat pada tuhan-Nya begitu lah sekiranya. Musibah dan Ujian tidak bisa di lepaskan selagi mahluk yang beryawa. Tidak cukup di situ, Tuhan memberikan pemahaman bahwasanya, kita semua di haruskan bersyukur dan Ikhlas.

Hidup seimbang antara dunia dan akhirat. Saya sepakat semuanya yang hidup pasti memiliki Tuhan. Alangkah hidup seperti rumput dikala panas dan dingin tetap saja memberikan ketenangan. Transformasi oleh zaman Serba Modern semakin meningkat pesat persaingan. Beradaptasi meresapi tantangan dengan identitas diri dengan karya tanpa menghilangkan jati diri itu semua impian setiap orang.

Urusan duniawi diimbangi dengan Akhiratnya mungkin lebih tenang dan damai. Pernah gak sih kalian ngerasa kecil di dunia yang sangat besar ini? Ngerasa mereka lebih nyari orang lain dibanding nyari dirinya? Pernah kalian ngerasa gak bisa apa-apa? Saat kita ngerasa udah melakukan segalanya tapi gak ada yang berubah?.

Belum lagi soal percintaan yang gak bisa dapetin orang yang begitu kita suka. Saat kita udah berusaha menunjukan niat baik kita ke orang yang kita sayang tapi kita malah diabaikan? Saat kita cuma bisa memendam perasaan tanpa berani bilang lantaran dia udah punya pacar? Karena kita semua, ngerasa saat kita bilang, keindahan mengagumi dia akan berubah menjadi kesakitan. Saya rasa pasti ada yang setuju.

Terkadang masalah yang kita hadapi tak kunjung selesai bukan karna tak ada solusinya, melainkan karena kita tidak cukup tenang untuk dapat berpikir jernih. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Insyirah (94:6) : “sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” Lalu, bagaimanakah cara untuk mencari ketenangan agar kita merasa tentram dan damai?

Baca Juga:  LSKM Kota Pontianak Dan Tradisi Selikuran Madura Terus Dilestarikan

Al Imam al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “…Sesungguhnya, hati tidak akan (merasakan) ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian, melainkan jika pemiliknya berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan melakukan ketaatan kepadaNya) sehingga, barangsiapa yang tujuan utama (dalam hidupnya), kecintaannya, rasa takutnya, dan ketergantungannya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia telah mendapatkan kenikmatan dariNya, kelezatan dariNya, kemuliaan dariNya, dan kebahagiaan dari-Nya untuk selama-lamanya.”

Segala macam persoalan dan pergumulan hidup dengan mengandalkan diri sendiri, kemampuan dan kepintaran sendiri untuk menghadapi dan melewati semua perjalanan hidup yang panjang.
Sangat mungkin perjuangan manusia terus bertumbuh, maju, berhasil dan sukses namun merasa sangat kelelahan dan merasa tidak sanggup menlanjutkan sendirian semua perjalanan hidup yang masih tersisa. Belum lagi, kalau kisahnya bukan keberhasilan tetapi kesulitan bahkan kegagalan atau kehancuran.

Tidak ada jalan lain ketika diri sendiri sudah merasa mentok, kekuatan sudah habis, waktu juga sudah menipis, sementara perjalanan hidup masih panjang. Pesannya adalah kembali kepada Tuhan, balik kepada Allah, pulang kerumah Sang Pemilik Hidup yang diyakini dan berserah kembali kepadanya. Hanya dengan cara itu, kedamaian akan dirasakan, Ikhtiar dan tawakal jalan untuk menuju ketenangan.

Segala sesuatu pasti kita sulit di sadari segala sesuatu pasti ada jalannya. Terus berusaha dan kembali pada-Nya. Ada malam ada siang, ada gelap ada terang Disitulah letak perjalanan kehidupan. Berusaha sekuat tenaga. Kita punya Tuhan pemberiannya adalah Segala pemberian-Nya terbaik untuk kita. Tundukan kepala dikala panas melanda agar hidup indah yang kita harap. Begitu kiranya.