Wakil Ketua Komisi V DP RI: Jantung Teori dan Praktik Demokrasi Adalah Partisipsi Warga Negara

Pontianak, Beritaborneo.id – Peranan millenial di Indonesia sangat penting dalam menentukan arah kehidupan bernegara bangsa.

Ini bisa dilihat dari pra dan pasca kemerdekaan Indonesia, dimana kaum muda yang saat ini disebut millenial menajdi garda terdepan dalam memerdekakan republik Indonesia.

Syarief Abdullah Alkadrie, sebagai narasumber, meminta millennial agar aktif dalam berpartisipasi dalam segala hal, apalagi di era demokrasi terbuka yg berlaku sejak 1998.

“Partisipasi anak muda menajdi sangat penting, karena sebagai negara demokrasi, Jantung dari teori dan praktik demokrasi adalah partisipasi aktif warga negara dalam setiap proses politik,”kata Syarif Abdullah.

Selanjutnya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI menerangkan, Beruntunglah detakan jantung demokrasi di Indonesia masih berpacu seiring tetap tingginya partisipasi politik masyarakat. Hal ini misalnya bisa dilihat dari laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pemilu tahun 2019. Menurut KPU angka partisipasi pemilih pada pemilu 2019 mencapai 81 persen.

Lebih lanjut Syarif abdullah menjelaskan, umumnya, partisipasi politik diukur dari tingkat keikutsertaan dalam pemilu atau pilkada. Namun tentu saja partisipasi dalam pemilu atau pilkada hanya salah satu bentuk dalam proses politik. Masih banyak bentuk partisipasi politik lain dalam proses politik, seperti menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, membangun opini publik melalui media, ikut serta dalam forum pemilihan ketua RT, dan lain sebagainya

Syarif Abdullah juga menyampaikan bahwa peranan sosial media sendiri sangat penting di era demokrasi saat ini, tanpa sosial media serta media cetak dan elektronik lainnya, seseorang bukanlah siapa siapa.

“Elektabilitas dan popularitas seseorang bisa terdongkrak karena pengaruh media. Untuk menyikapi isu seputar hoax di sosial media, anak muda diminta untuk selektif membaca informasi yang masuk. Karena arus informasi di era digital saat ini tak bisa terbendung walaupun berbagai UU sudah disahkan untuk menjaga etika bersosial media,” jelasnya.